<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Berita Islam &#8211; Jurnal Online</title>
	<atom:link href="https://jurnal.cilacap.info/tag/berita-islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jan 2024 01:29:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/jurnal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Berita Islam &#8211; Jurnal Online</title>
<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Inspirasi Berkarya</description>
</image>
	<item>
		<title>Benarkah NU Salat Tarawihnya Cepat</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-38141/benarkah-nu-salat-tarawihnya-cepat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 14:58:11 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Salat Tarawih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-38141/benarkah-nu-salat-tarawihnya-cepat</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Salat Tarawih yang dijalankan di Masjid atau Musala NU (Nahdlatul Ulama) benarkah secepat kilat, jangan-jangan malah analisis ngawur dan dikait-kaitkan dengan fenomena viral Salat tercepat karena rakaatnya berjumlah 23 (Tarawih 20 Rakaat, Witir 3 Rakaat 2 Salam).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Salat Tarawih yang dijalankan di Masjid atau Musala NU (Nahdlatul Ulama) benarkah secepat kilat, jangan-jangan malah analisis ngawur dan dikait-kaitkan dengan fenomena viral Salat tercepat karena rakaatnya berjumlah 23 (Tarawih 20 Rakaat, Witir 3 Rakaat 2 Salam).</p>
<p>Berdasarkan sumber kompeten dan kredibel yakni di laman NU Online dengan Judul &#8220;Ketentuan Shalat Tarawih Cepat dalam Kajian Fiqih&#8221; disebutkan, bahwanya Ulama memakruhkan bacaan yang cepat.</p>
<p>Oleh sebab itu, jangan cepat berasumsi mengenai amaliyah orang lain tanpa mengetahui lebih jauh (alias dangkal).</p>
<p>Sebagaimana dijelaskan oleh Kiai Haji Miftahul Akhyar, bahwasanya Salat Tarawih cepat tersebut dapat mengabaikan substansi dari tarawih itu sendiri.</p>
<p>Secara bahasa, kata &#8220;tarawih&#8221; merupakan bentuk plural (jamak) dari kata &#8220;tarwihah&#8221;. Artinya, &#8220;istirahat&#8221;. Dalam praktik yang dicontohkan oleh salafus shalih (generasi terdahulu umat Islam), para jamaah mengambil jeda/istirahat setiap empat rakaat (dua kali salam). Waktu jeda tersebut diambil setelah mereka melakukan shalat yang cukup panjang dalam empat rakaat tersebut.</p>
<p>Jeda tersebut diisi dengan beragam kegiatan, seperti shalat dan membaca al-Quran, setelah para jamaah melaksanakan shalat dengan durasi yang cukup panjang. Demikianlah tradisi Qiyamul Lail yang dipraktikkan Nabi dan para sahabat.</p>
<p>Tujuan shalat, adalah untuk mengingat Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Sebagaimana firman-Nya:</p>
<p> (وَأَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِي (طه 14
&#8220;Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.&#8221; (QS. Thaha: 14)</p>
<p>Karena itu, shalat yang baik seharusnya tidak menghilangkan tuma&#8217;ninah dalam setiap gerakannya. Tidak tergesa-gesa, apalagi dilakukan dengan &#8220;gerakan superkilat&#8221;.</p>
<p>قال صلى الله عليه وسلم: إنّمَاالصَّلَاةُ تَمَسْكُنٌ وَتَوَاضُعٌ وَتَضَرُّعٌ وتأوه وتنادم وَتَضَعُ يَدَيْكَ تَقُولُ اللَّهُم، اللهم. فمن لم يفعل فهي خداج. (أخرجه الترمذى والنسائى من حديث الفضل بن عباس</p>
<p>&#8220;Shalat itu haruslah engkau (dalam keadaan) tenang, merendahkan diri, mendekatkan diri, meratap, menyesali dosa-dosa, dan engkau letakkan kedua tanganmu lalu kau ucapkan &#8216;Wahai Allah, Wahai Allah&#8217;. Barang siapa yang tidak melalukan (hal itu), maka shalatnya itu kurang.&#8221; (Hadits dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dan An-Nasâ&#8217;i dari Al-Fadl bin Abbas)</p>
<p>Catatan: Kalimat &#8220;وتضع يديك&#8221; dalam hadits di atas dalam riwayat lain berbunyi &#8220;وتمد يديك&#8221; (artinya: menengadahkan kedua tanganmu).</p>
<p>Dalam sebuah hadits lain juga diriwayatkan:
عن يحي بن ابى قتادة عن أبيه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &#8220;إذا أقيمت الصلاة فلا تقوموا حتى ترونى, وعليكم بالسكينة.&#8221; (متفق عليه)</p>
<p>Artinya: &#8220;Jika shalat akan didirikan, janganlah kalian berdiri hingga melihatku. Dan hendaklah kalian melaksanakan shalat dengan tenang.&#8221; (Muttafaq Alaih)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-Salat-Tarawih-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi Salat Tarawih]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-Salat-Tarawih-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi Salat Tarawih]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Malam Lailatul Qadar Seperti Halnya Waliyullah yang Dirahasiakan</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-26970/malam-lailatul-qadar-seperti-halnya-waliyullah-yang-dirahasiakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2020 20:17:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Lailatur Qodar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-26970/malam-lailatul-qadar-seperti-halnya-waliyullah-yang-dirahasiakan</guid>

					<description><![CDATA[Dalam kitab Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, Sayyid Abdul Aziz al-Darani menggunakan parabel (perumpamaan) menarik untuk menguraikan hikmah dirahasiakannya lailatul qadr. Dijelaskan dengan ringan dan mudah dicerna, sekaligus fungsional untuk diterapkan. Ia mengatakan:]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kitab Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, Sayyid Abdul Aziz al-Darani menggunakan parabel (perumpamaan) menarik untuk menguraikan hikmah dirahasiakannya lailatul qadr. Dijelaskan dengan ringan dan mudah dicerna, sekaligus fungsional untuk diterapkan. Ia mengatakan:</p>
<p>إنّ الله تعالي أخفي ليلة القدر في رمضان ليجتهد المؤمنين في سائر الشهر كما أخفي الولي بين المؤمنين ليحترم الجميع</p>
<p>Terjemah bebas: &#8220;Sesungguhnya Allah ta’ala merahasiakan Lailatul Qadar di (bulan) Ramadhan agar orang-orang beriman berusaha (melakukan ibadah dengan gigih) di sisa bulan (Ramadhan) seperti halnya Allah merahasiakan seorang wali di antara orang-orang beriman agar semua (orang) dimuliakan (atau diperlakukan dengan hormat)&#8221; (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003, h. 167)</p>
<p>Sayyid Abdul Aziz menggunakan perumpamaan yang setara, karena keduanya mengandung kerahasiaan. Ia menjelaskan hikmah dibalik dua &#8220;kerahasiaan&#8221; tersebut. Pertama, hikmah dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar, dan kedua, hikmah dirahasiakannya kedudukan wali seseorang. Dalam tulisan ini kita hanya akan membahas hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar.</p>
<p>Dengan dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar, manusia akan tergerak untuk berusaha, dan beribadah setiap hari di bulan Ramadhan. Dalam pencariannya, jika manusia tidak berhasil mendapatkannya, ia telah mengumpulkan banyak kebaikan. Bisa jadi karena kegigihannya, Allah menuntunnya untuk mendapatkan Lailatul Qadar, sehingga Allah akan menghilangkan kantuknya! melenyapkan malasnya, dan menguatkan istiqamahnya ketika Lailatul Qadar datang.</p>
<p>Andai waktu Lailatul Qadar dipastikan saat dan tanggalnya, manusia hanya akan menunggu, tidak berusaha mencarinya. Apalagi kebaikan yang akan didapatkan berlipat-lipat banyaknya. Imam Mujahid mengatakan:</p>
<p>عباتها خير من عبادة ألف شهر صيام وقيام</p>
<p>&#8220;Beribadah (di malam Lailatul Qadar) lebih baik dari ibadah seribu bulan berpuasa dan shalat malam.&#8221; (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, 2003, h. 167)</p>
<p>Dalam pandangan Imam Mujahid, kebaikan Lailatul Qadar melebihi nilai ibadah seribu bulan puasa dan shalat malam. Perbandingannya tidak dengan bulan-bulan biasa yang tidak dilakukan ibadah di dalamnya, tapi dengan seribu bulan berpuasa dan shalat malam. Ini menunjukkan keutamaan Lailatul Qadar sangat luar biasa. Apabila Lailatul Qadar ditentukan waktunya, manusia hanya akan menunggu, tanpa tergerak untuk berusaha mendapatkannya.</p>
<p>Selain itu, Lailatul Qadar adalah hadiah Allah untuk umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sayyid Abdul Aziz al-Darani menulis dalam kitabnya:</p>
<p>روي في الصحيح: (أن رسول الله صلي الله عليه وسلم أراه الله تعالي أعمار الناس قبله, فكأنه تقاصر أعمار أمته أن لا يبلغوا من العمل مثل الذي بلغ غيرهم في طول العمر، فأعطاه الله تعالي ليلة القدر, خير من ألف شهر) وألف شهر ثلاث وثمانون سنة وثلث</p>
<p>Terjemah bebas: &#8220;Dalam sebuah riwayat yang shahih (dikatakan): (Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diperlihatkan oleh Allah ta’ala usia-usia manusia sebelumnya. Seakan-akan usia umatnya menjadi semakin pendek, sehingga pencapaian amalnya tidak akan menyamai amal umat lainnya karena panjangnya usia [mereka]. Kemudian Allah ta’ala menganugerahi Nabi Muhammad Lailatul Qadar, yang [nilainya] lebih baik dari seribu bulan). Seribu bulan (kurang lebih setara dengan) delapan puluh tiga tahun tiga bulan.&#8221; (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, 2003, h. 166)</p>
<p>Artinya, Lailatul Qadar harus diperjuangkan. Tidak hanya dinantikan. Lailatul Qadar berbeda dengan lainnya. Ia pasti hadir di setiap bulan Ramadhan. Kehadirannya adalah hal yang pasti. Namun, apakah kita berhasil menemuinya atau tidak, itu soal lain. Bisa jadi kita sedang tidur ketika ia hadir! bisa jadi kita sedang bermaksiat ketika ia datang! bisa jadi kita sedang bertadarrus ketika ia tiba! bisa jadi kita sedang shalat malam ketika ia menyapa. yang jelas, ia pasti hadir di tengah-tengah kita. Soal kita berhasil mendapatkannya atau tidak, tergantung kita sendiri.</p>
<p>Karena itu, kita butuh bermandikan doa, berpeluh usaha, dan bersiram istiqimah. Kita harus bersiap diri menyambut kehadirannya! bersiap rasa menemui kedatangannya. Tanpa itu, kita akan menanti dalam kelalaian! menunggu dalam kelupaan. Semoga kita semua ditemui Lailatul Qadar dalam keadaan terbaik, dan menjadi manusia yang layak menerima hadiah dari Allah berupa Lailatul Qadar.</p>
<p>Sebagai penutup, kita perlu merenungi ucapan Sayyid Abdul Aziz al-Darani berikut ini:</p>
<p>عباد الله: إن شهر رمضان مضمار السابقين وغنيمة الصادقين، فيه تضاعف الأعمال وتحط الأوزار الثقال، وفيه يجاب السؤال ويغفر المستغفر ويقال، وفضائله فوق ما يقال فهو غرة الدهور ومصباح الشهور، ثم فيه ليلة القدر التي جعل الله عبادتها خيرا من عبادة ألف شهر</p>
<p>Terjemah bebas: &#8220;(Wahai) hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramdhan adalah gelanggang (perlombaan) orang-orang terdahulu dan ghanimah bagi orang-orang yang jujur. di dalamnya (pahala) amal-amal dilipat-gandakan, dan dosa-dosa yang berat diringankan. di dalamanya permohonan (doa) dikabulkan, dan diampuni (dosa-dosa) orang yang meminta ampunan. Keutamaannya di atas apa yang dikatakan (atau dijelaskan), karena bulan Ramadhan adalah kemuliannya masa (waktu) dan pelitanya bulan. Kemudian di dalamnya ada Lailatul Qadar yang Allah jadikan beribadah (di dalam)nya lebih baik dari ibadah seribu bulan.&#8221; (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, 2003, h. 166).</p>
<p>Wallahu a’lam bish-shawwab</p>
<p>Muhammad Afiq Zahara, alumni PP. Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ini Perhitungan Malam Lailatul Qadar Menurut Syeikh Sufi Abu al Hasan Asy Syadzili</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-26964/ini-perhitungan-malam-lailatul-qodar-menurut-syeikh-sufi-abu-al-hasan-asy-syadzili</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2020 19:51:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Lailatur Qodar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-26964/ini-perhitungan-malam-lailatul-qodar-menurut-syeikh-sufi-abu-al-hasan-asy-syadzili</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Kaum muslimin atau umat islam berlomba-lomba untuk menggapai ridho-Nya dalam bulan ini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Kaum muslimin atau umat islam berlomba-lomba untuk menggapai ridho-Nya dalam bulan ini.</p>
<p>Berbagai kegiatan yang mendatangkan pahala dan rido dari Allah SWT dimanfaatkan untuk memperoleh ganjaran dari-Nya. Seperti Shodaqoh, Tadarusan, Tarawih, dan lain sebagainya. Selain itu, keistimewaan bulan ramadhan yang hanya 1 bulan satu kali dalam satu tahun, yakni orang yang menjalankan akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas dosanya yang lalu.</p>
<p>Di bulan suci ramadhan ini juga terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini disebut Lailatul Qadar atau Malam penetapan.</p>
<p>Jika seorang hamba Allah dapat menggapai malam ini, maka do&#8217;anya akan dikabulkan, dan tidak sedikit kaum muslimin mengejar kebaikan di malam-malam lailatul qadar.</p>
<p>Ulama Maghribi yang juga Shultonul Auliya Syaikh Abu al Hasan asy Syadzili Q.S. dalam sebuah kitab Manaqib menerangkan malam-malam lailatul qadar.</p>
<p>Abu al Hasan asy Syadzili mengatakan. Yakni apabila awal puasa ramadhan jatuh pada hari ahad maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 29. Awal puasa pada hari senin, lailatul qadarnya malam 21. Awal puasa pada hari selasa, lailatul qadarnya malam 27. Awal puasa pada hari rabu lailatul qadarnya malam 19. Awal puasa pada hari kamis, lailatul qadarnya malam 25. Awal puasa pada hari Jum’at, maka lailatul qadarnya pada malam 17. Sedangkan bila awal puasa pada hari sabtu maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 23.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Anjuran Menahan Marah</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-26822/anjuran-menahan-marah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2020 18:35:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-26822/anjuran-menahan-marah</guid>

					<description><![CDATA[Abu Laits Assamarqandi dalam Kitabnya Tanbihul Ghafilin meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Said Alkhudri r.a. Bahwa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Marah itu bara api maka siapa yang merasakan demikian, jika ia sedang berdiri makan hendaklah duduk, bila ia sedang duduk hendaklah bersandar (berbaring).&#8221;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Laits Assamarqandi dalam Kitabnya Tanbihul Ghafilin meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Said Alkhudri r.a. Bahwa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Marah itu bara api maka siapa yang merasakan demikian, jika ia sedang berdiri makan hendaklah duduk, bila ia sedang duduk hendaklah bersandar (berbaring).&#8221;</p>
<p>Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Said Alkhudri r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
&#8220;Awaslah kamu dari marah-marah, karena marah itu berarti menyalakan api dalam kalbu anak Adam, tidakkah kamu melihat seseorang yang marah itu merah matanya dan tegang urat-urat lehernya, karena itu bila seseorang merasakan yang demikian hendaklah berbaring dan meletakkan badannya ditanah.&#8221;</p>
<p>Sesungguhnya ada di antara kamu orang yang lekas marah tetapi juga lekas reda, maka ini seimbang dan ada yang lambat marah dan lambat sembuh (reda), ini juga seimbang, dan sebaik-baik kamu lambat marah dan sejahat-jahat kamu yang cepat marah dan lambat sembuhnya.&#8221;</p>
<p>Abu Umamah Albahili r.a. berkata, bahwa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Siapa yang dapat menahan marah padahal ia dapat (kuasa) untuk memuaskan marahnya itu, tetapi tidak dipuaskan Bahkan tetap ditahan/disabarkan, maka Allah s.w.t mengisi hatinya dengan keridhoan pada hari kiamat.&#8221;</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz berkata kepada orang yang telah mematahkannya: &#8220;Andaikan engkau tidak membikin marahku, nescaya sudah saya beri hukuman.&#8221; Yakni Umar ingin menurut kepada Allah s.w.t, di dalam ayatnya berbunyi:</p>
<p>&#8220;Dan mereka yang dapat menahan marah.&#8221; karena itu, ketika ia mendapat kesempatan untuk menahan maka langsung dipergunakan.</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz melihat seorang yang mabuk, maka ketika akan ditangkap untuk dihumkum dera, tiba-tiba dimaki oleh orang yang mabuk itu, maka Umar kembali tidak jadi menghukum dia, dan ketika ditanya: &#8216;Ya Amirul mukminin, mengapakah setelah ia memaki kepadamu tiba-tiba engkau tinggalkan?&#8221; Jawab Umar: &#8220;Kerana ia menjengkel aku maka andaikan aku hukum (pukul) mungkin kerana murka ku kepadanya, dan saya tidak suka memukul seorang hanya membela diriku (untuk kepentingan diriku).&#8221;</p>
<p>Maimun bin Mahran ketika budaknya menghidangkan makanan dan membawa kuah, tiba-tiba tergelincir kakinya sehingga tertuang kuah itu kebadan Maimun dan ketika Maimun mahu memukul budak itu, tiba-tiba ia berkata: &#8216;Tuanku, laksanakanlah seperti dalam Firman Allah s.w.t (Yang berbunyi): &#8220;Dan mereka yang menahan marah.&#8221;</p>
<p>Maimun berkata: &#8220;Baiklah.&#8221; Maka budak itu berkata: &#8220;Dan engkau memaafkan orang.&#8221; Maimun berkata: &#8220;Saya maafkan engkau.&#8221; Budak itu berkata:
&#8220;Dan Allah kasih kepada orang yang berbuat kebaikan.&#8221; Maimun berkata: &#8220;Saya berbuat baik kepadamu, maka engkau kini merdeka karena Allah s.w.t&#8221;</p>
<p>Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Siapa yang tidak mempunyai tiga sifat! tidak dapat merasa manisnya iman yaitu:</p>
<p>Kesabaran untuk menolak kebodohan orang yang bodoh. Tak dapat mencegah dari yang haram. Dan akhlak untuk bergaul dengan manusia (dan akhlak untuk masyarakat).</p>
<p>Ada seorang yang mempunyai kuda yang sangat dibanggakan, tiba-tiba pada suatu hari ia melihat kudanya patah satu kakinya sehingga tinggal tiga kaki, lalu ia bertanya kepada budaknya: &#8220;Siapa yang berbuat itu?&#8221;Jawab budaknya: &#8220;Saya.&#8221;Ditanya lagi: &#8220;Mengapa?&#8221; jawab budaknya: &#8220;Supaya engkau risau.&#8221; Berkata orang itu: &#8220;Saya akan membalasnya dan siapa yang menyuruh engkau berbuat itu (yakni syaitan laknatullah).&#8221; Maka ia berkata kepada budaknya: &#8220;Pergilah engkau, saya merdekakan dan itu kuda untukmu.&#8221;</p>
<p>Abu Laits berkata: &#8220;Seharusnya seorangmukmin bersifat sabar, tenang sebab itu termasuk sifat orang muttaqin yang
 dipuji oleh Allah s.w.t</p>
<p>Allah s.w.t berfirman &#8220;Dan siapa yang sabardan memaafkan maka itu termasuk seutama-utamanya sesuatu.&#8221;</p>
<p>Allah s.w.t berfirman: &#8220;Dan tidak dapat disamakan kebaikan dengan kejahatan, tolaklah segala sesuatu itu dengan cara yang baik, tiba-tiba seorang yang musuh denganmu dapat berubah menjadi kawan yang akrab.&#8221;</p>
<p>Juga Allah s.w.t memuji Nabi Ibrahim a.s. dalam ayat (Yang berbunyi): &#8220;Sesungguhnya Ibrahim seorang yang sabar, selalu mengingati dosa dan kesalahan dirinya dan bertaubat&#8221;</p>
<p>Juga Allah s.w.t berfirman di dalam ayat (Yang berbunyi): &#8220;Fasbirkama shobaro ulul azmi minarrusuli.&#8221; (Yang bermaksud): &#8220;Maka sabarlah sebagaimana kesabaran orang-orang yang bersemangat besar dari para rasul sebelummu.&#8221;</p>
<p>Alhasan ketika mengingati ayat (Yang berbunyi): &#8220;fa idza khatobahumul jaa hiluuna gaalu: salaamaa.&#8221;</p>
<p>(Yang bermaksud): &#8220;Dan bila dicaci maki oleh orang-orang yang bodoh-bodoh, mereka sabar tidak melayan.&#8221;</p>
<p>Wabh bin Munabbih berkata: &#8220;Ada seorang ahli ibadat Bani Isiail akan disesatkan oleh syaitan laknatullah tetapi tidak dapat! maka pada suatu hari ia ke luar untuk suatu hajat kepentingan, maka diikuti oleh syaitan laknatullah kalau-kalau ia mendapat kesempatan, maka syaitan laknatullah berusaha dari Syahwat dan marahnya juga tidak dapat! maka diusahakan dari ketakutannya, maka dibayangkan kepadanya seolah-olah akan dijatuhi batu bukit yang besar, tetapi ia selalu berdzikir kepada Allah s.w.t sehingga terhindar, dan adakalanya semua itu tidak dihiraukan, dan adakalanya berupa ular yang melingkar dikakinya ketika sembahyang dan merambatkebadan sehingga keatas kepalanya, kemudian di tempatsujudnya, manakala akan sujud ular itu akan membuka mulutnya seakan-akan akan menelan kepalanya, maka ia hanya menyingkirkan dengan tangannya sampai dapat bersujud.</p>
<p>Dan ketika selesai sembahyang, syaitan lakntullah datang kepadanya dan berkata: &#8220;Saya sudah untuk usaha untuk menyesatkan kamu tetapi tidak dapat! dan kini saya akan berkawan sahaja kepadamu.&#8221; Jawabnya: &#8220;Sedang pada saat engkau menakuti aku, alhamdulillah saya tidak takut! demikian pula sekarang saya tidak ingin bersahabat dengan engkau.&#8221;. Lalu syaitan laknatullah itu berkata: &#8220;Apakah tidak tahu bagaimana keadaan keluargamu sepeninggalanmu?&#8221; jawabnya: &#8220;Saya telah mati sebelum mereka.&#8221; &#8220;Lalu apakah kamu tidak tanya kepadaku bagaimana aku dapat menyesatkan anak Adam?: tanya syaitan laknatullah itu.</p>
<p>Jawab orang alim itu: &#8220;Baiklah, bagaimana kamu menyesatkan anak Adam?&#8221; Syaitan laknatullah menjawab: &#8220;Dengan tiga macam iaitu:</p>
<p>Bakhil (kikir Marah dan mabuk) Sebab manusia jika bakhil kami bayangkan kepadanya bahwa hartanya sangat sedikit sehingga ia sayang untuk mengeluarkan untuk kewajiban-kewajibannya, dan bila ia pemarah, maka kami permainkan ia sebagai anak kecil mempermainkan bola, meskipun ia dapat menghidupkan orang mati dengan doanya, kami tetap tidak patah harapan untuk dapat menyesatkannya, sebab ia membangun dan kami yang merobohkan dengan satu khalimat sahaja.</p>
<p>Demikian pula jika seseorang telah mabuk, maka kami tuntun dengan mudah kepada segala kejahatan sebagaimana kambing dituntun sesuka kami.&#8221; Disini syaitan laknatullah telah menyatakan bahwa orang yang marah jatuh ketangan syaitan laknatullah bagaikan bola ditangan anak-anak kecil, karena itu seseorang harus sabar supaya tidak jatuh dalam tawanan syaitan laknatullah dan tidak sampai gugur dalam perbuatannya.&#8221;</p>
<p>Iblis laknatullah datang kepada Nabi Musa a.s dan berkata: &#8220;Engkaulah yang dipilih Allah sw.t untuk risalah dan langsung berkata-kata kepadamu, sedang aku seorang makhluk biasa, yang ingin juga bertaubat kepada Tuhan, maka tolonglah aku semoga dapat diterima taubatku.&#8221; Maka Nabi Musa a.s merasa gembira lalu ia wuduk dan sembahyang kemudian ia berdoa: &#8220;Ya Tuhan, iblis (laknatullah) seorang makhlukMu, ia akan bertaubat! maka terimalah taubatnya.&#8221;</p>
<p>Maka turun wahyu kepada Nabi Musa a.s.: &#8220;Ya Musa, dia tidakakan bertaubat&#8221; jawab Nabi Musa a.s.: &#8220;Ya Tuhan, dia minta taubat&#8221; Maka turun wahyu kepada Nabi Musa a.s: &#8220;Aku telah menerima permintaamu Musa, maka suruhlah ia sujud kepada kubur Adam, maka Aku akan menerima taubatnya.&#8221; Nabi Musa a.s. Sangat gembira dan menyampaikan suara wahyu itu kepada Iblis laknatullah, tiba-tiba iblis laknatullah itu marah dan sombong serta berkata: &#8220;Saya tidak sujud kepadanya di masa hidupnya, bagaimana akan sujud sesudah matinya?&#8221; Lalu iblis laknatullah berkata: &#8220;Hai Musa, kerana engkau telah menolong aku kepada Tuhan, maka kini engkau berhak mendapat hadiah daripadaku, maka saya pesan kepadamu tiga macam yaitu:</p>
<p>Ingatlah kepadaku ketika marah, sebab aku di dalam tubuhmu mengikuti saluran darah.</p>
<p>Ingatlah kepadaku ketika menghadapi musuh di dalam perang sebab aku dalang kepada anak Adam mengingatkan kepadanya keadaan istri dan anak keluarganya dan hartanya sehingga ia lari ke belakang.</p>
<p>Awas, jangan duduk sendirian dengan wanita yang bukan muhrim sebab aku sebagai utusannya kepadamu dan utusanku kepadanya.</p>
<p>Luqman Alhakiem berkata kepada anak lelakinya: &#8220;Hai anak, tiga macam yang tidak diketahui kecuali pada tiga macam yaitu:</p>
<p>Orang yang sabar tidak dikatahui kecuali ketika marah Orang yang berani tidak diketahui kecuali ketika perang Saudara tidak diketahui kecuali ketika berhajat (berkepentingan).</p>
<p>Seorang alim dari tabi&#8217;in dipuji orang, maka ia bertanya kepada orang yang memuji: &#8220;Apakah engkau pernah menguji aku ketika marah sehingga engkau ketahui kesabaranku?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;Tidak.&#8221; Tanya orang alim itu lagi: &#8220;Apakah engkau pernah menguji aku di dalam berpergian sehingga engkau mengtahui kebaikan akhlakku?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;tidak.&#8221; &#8220;Apakah engkau pernah menguji amanatku sehingga engkau ketahui benar-benar aku seorang yang amanat?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;tidak.&#8221; Berkata orang alim itu: &#8220;Celaka engkau, seorang tidak boleh memuji lain orang sebelum diuji dalam tiga macam itu.&#8221;</p>
<p>Tiga macam dari akhlak orang syurga dan tidak dapat kecuali pada orang yang baik budi iaitu:</p>
<p>Memaafkan orang yang zalim kepadamu, Memberi kepada orang yang bakhil kepadamu Membantu orang yang bersalah kepadamu.</p>
<p>Nabi Muhammad s.a.w. bertanya kepada Jibril tentang tafsir ayat (Yang berbunyi): &#8220;Khudzil afwa wa&#8217;murbil urfi wa&#8217;aridh anil jahilin?.&#8221; Jawab Jibril: &#8220;Aku akan bertanya kepada Allah s.w.t&#8221; dan Jibril berkata: &#8220;Ya Muhammad, sesungguhnya Allah s.w.t menyuruhmu menghubungi kerabat yang memutuskan hubungan padamu dan memberi pada orang yang bakil kepadamu dan memaafkan orang yang aniaya kepadamu.&#8221;</p>
<p>Ibn Ajian dari Said Almagburi dari Abuhuiairah r.a. berkata: &#8220;Ada seorang memaki Abu Bakar Assisiq r.a. sedang Nabi Muhammad s.a.w. duduk, maka Nabi Muhammad s.a.w. diam. Abu bakar menjawab, maka segera Nabi Muhammad s.a.w. bangun dari temaptnya, maka dikejar oleh Abu Bakar sambil berkata: &#8220;Ya Rasulullah, dia maki-maki saya dan engkau diam, ketika saya jawab, tiba-tiba engkau bangun pergi?&#8221;Jawab Nabi Muhammad s.a.w.:
&#8220;Sesungguhnya Malaikat telah mengembalikan semua makian orang itu kepadanya ketika engkau diam dan ketika engkau menjawab makian, maka pergilah Malaikat itu dan duduk syaitan laknatullah, maka saya tidak suka duduk di tempat duduk bersama syaitan laknatullah.&#8221;</p>
<p>Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;tiga macam semuanya hak iaitu: Tiada seorang yang dianiaya lalu memaafkannya karea mengharap keridhoan Allah s.w.t melainkan pasti ditambah kemuliaan oleh Allah s.w.t.</p>
<p>Tiada seorang yang membuka jalan meminta &#8211; minta karena ingin bertambah kekayaan melainkan ditambah kekurangannya (kemiskinan) oleh Allah s.w.t</p>
<p>Tiada seorang yang memberi sesuatu ikhlas keiana Allah s. w.t melainkan ditambah banyak oleh Allah s.w.t</p>
<p>Abu Laits dari ayahnya dengan sanadny dari Muhammad bin Ka&#8217;ab dari Ibn Abbas r.a. beikata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;tiap-tiap sesuatu ada kemuliaannya, semulia-mulia majlis yang menghadap khiblat Dan majlis (duduk-duduk) di antara kamu itu berlaku amanat (segala yang terjadi dimajlis itu sebagai amanat dari yang hadir, tidak boleh dibuka segala yang terjadi dimajlis itu), dan jangan sembahyang di belakang orang yang sedang tidur dan yang berhadas, dan bunuhlah ular dan kalajengking meskipun kamu sedang sembahyang, dan jangan menutup dinding dengan kain, dan siapa yang melihat surat saudaranya tanpa izin, maka bagaikan melihat api. Dan siapa yang ingin menjadi yang terkuat hendaklah berserah diri kepada Allah s.w.t dan siapa yang ingin menjadi sekaya-kaya manusia hendaklah lebih percaya kepada jaminan Allah s.w.t daripada apa yang ditangannya.&#8221;</p>
<p>Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda lagi: &#8220;Sukakah saya memberitahu orang yang sejahat-jahat kamu?&#8221;Jawab sahabat &#8220;Baiklah, ya Rasulullah.&#8221; Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
&#8220;Orang yang makan sendiri dan tidak suka membantu, dan selalu kejam dan memukul hamba sahayanya.&#8221; Nabi Muhammad
sa.w. bersabda lagi: &#8220;Sukakah saya memberitahu yang lebih jahat daripada itu?&#8221;Jawab para sahabat &#8220;Baiklah, ya Rasulullah.&#8221; Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8221; Orang yang membenci dan dibenci orang-orang.&#8221; Kemudian ditanya lagi: &#8220;Sukakah saya memberitahu yang lebih jahat daripada itu?&#8221;Jawab para sahabat &#8220;Baiklah, ya Rasulullah.&#8221; Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: &#8220;Orang yang tidak suka memaafkan kesalahan orang lain dan tidak menerima permintaan maaf.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mbah Hasyim Asy&#8217;ari Tidak Rekomendasikan Enam Tipe Perempuan Ini Sebagai Istri</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-26800/mbah-hasyim-asyari-tidak-rekomendasikan-enam-tipe-perempuan-ini-sebagai-istri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2020 18:03:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-26800/mbah-hasyim-asyari-tidak-rekomendasikan-enam-tipe-perempuan-ini-sebagai-istri</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai pasangan suami istri. Tujuan dari pernikahan adalah membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal, bukan saja di dunia tetapi sampai di akhirat kelak.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai pasangan suami istri. Tujuan dari pernikahan adalah membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal, bukan saja di dunia tetapi sampai di akhirat kelak.</p>
<p>Ada banyak faktor yang menjadi unsur pendukung terciptanya keluarga dan rumah tangga yang langgeng dan bahagia. Salah satunya adalah perilaku istri sebagai pasangan hidup. Baik dan buruknya perilaku istri memberi andil pada bahagia dan tidaknya kehidupan sebuah keluarga.</p>
<p>Dalam hal ini barangkali sabda Rasulullah bisa dijadikan acuan.</p>
<p>الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الزَّوْجُ الصَّالِحُ</p>
<p>Artinya, &#8220;Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah pasangan yang saleh,&#8221; (HR Imam Thabrani).</p>
<p>الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ</p>
<p>Artinya, &#8220;Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salehah,&#8221; (HR Imam Muslim).</p>
<p>Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dalam karyanya Dhau&#8217;ul Mishbah fi Bayani Ahkamin Nikahmenyebutkan enam perilaku buruk yang menjadikan seorang perempuan tak layak untuk dinikahi.</p>
<p>قال بعض العرب لا تنكحوا من النساء ستة لا أنانة ولا منانة ولا حنانة ولا تنكحوا حداقة ولا براقة ولا شداقة</p>
<p>Artinya, &#8220;Sebagian orang Arab mengatakan, jangan kau nikahi enam macam perempuan, yakni annânah, mannânah, hannânah. Jangan pula kaunikahi perempuan yang haddâqah, barrâqah, dan syaddâqah.&#8221;</p>
<p>Perempuan yang annânah adalah perempuan yang banyak mengeluh, mengadu, dan sering membalut kepalanya. Tak ada baiknya menikahi perempuan yang sakit-sakitan dan berpura-pura sakit.</p>
<p>Perempuan yang mannânah adalah perempuan yang punya kebiasaan suka mengungkit-ungkit suaminya. Ia berkata, &#8220;Aku sudah melakukan ini dan itu untukmu!&#8221;</p>
<p>Perempuan yang hannânah adalah perempuan yang merindukan suami yang lain atau merindukan seorang anak dari suami yang lain. Umpamanya ia membayangkan kalau saja suaminya seperti artis fulan atau kalau saja ia memiliki anak dari seorang laki-laki tampan yang ia idolakan. Perempuan dengan perilaku seperti ini mesti dijauhi.</p>
<p>Perempuan yang haddâqah adalah perempuan yang suka melihat-lihat segala sesuatu lalu menginginkannya dan menuntut sang suami untuk membelinya.</p>
<p>Perempuan yang barrâqah mengandung dua makna, pertama perempuan yang sepanjang hari selalu bersolek dan merias wajahnya agar terlihat berkilau dengan dibuat-buat. Makna kedua adalah perempuan yang suka marah karena makanan. Ia lebih suka makan sendirian dan menganggap bagiannya dalam segala hal cuma sedikit sehingga perlu untuk meminta tambahan.</p>
<p>Sedangkan perempuan syaddâqah adalah perempuan yang banyak bicara alias cerewet.</p>
<p>Perempuan dengan keenam sifat dan perilaku tersebut tidak layak untuk dipilih sebagai pasangan hidup dan kurang mendukung dalam terciptanya kehidupan rumah tangga yang bahagia.</p>
<p>Lalu bagaimana bila seseorang telah terlanjur memiliki pasangan hidup yang memiliki salah satu atau beberapa perilaku tersebut? Dalam kondisi demikian bersabar adalah sikap terbaik yang mesti dilakukan. Karena bisa jadi pada sesuatu yang tidak disenangi Allah memberikan banyak kebaikan. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bertobat Harus Istiqomah Begini Penjelasannya</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-26526/bertobat-harus-istiqomah-begini-penjelasannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2020 19:08:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Tobat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-26526/bertobat-harus-istiqomah-begini-penjelasannya</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kata &#8216;tobat&#8217; menurut bahasa berati kembali. Sedangkan dalam istilah syara&#8217; (peraturan agama), kata &#8216;tobat&#8217; mempunyai makna kembali dan meninggalkan hal hal yang dicela oleh agama, serta menjalankan perkara yang dipuji oleh agama.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kata &#8216;tobat&#8217; menurut bahasa berati kembali. Sedangkan dalam istilah syara&#8217; (peraturan agama), kata &#8216;tobat&#8217; mempunyai makna kembali dan meninggalkan hal hal yang dicela oleh agama, serta menjalankan perkara yang dipuji oleh agama.</p>
<p>Adapun puncak tobat yaitu tatkala hatinya lalai dari memandang Tuhannya, meski hanya sekejap, Para muhaqqiq dari ahli thariqat menerangkang bahwa orang yang benar benar menyesal terhadap perbuatan dosanya dan mengakui dosanya.</p>
<p style="text-align: center!">فَاسْتَقِمْكَمَاأمِرْتَ وَمَنْ تَابَمَعَكَ</p>
<p>&#8220;Hendaklah engkau, selalu istiqamah (langgeng, terus menerus) dalam hal tobat kepada Allah SWT.&#8221;</p>
<p>Adapun Firman Allah SWT yang ditunjukan kepada Nabi besar yang terpelihara dari perbuatan maksiat -Muhammad Saw</p>
<p>أوّل الوصية؛عليك أيّهاالأخ بالاستقامةفى التّوبة</p>
<p>Istiqomahlah sesuai dengan apa yang diperintahkan kepadamu, begitu pula orang orang yang bertobat bersamamu.</p>
<p>Jelaslah bahwa Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Saw, agar istiqomah dalam tobat. Perintah juga ditunjukan kepada orang orang yang bertobat bersama beliau, yakni penganut dan umat beliau.</p>
<p>adapun Firman Allah SWT, lagi :</p>
<p>ياايّهاالّذين امنواتوبواالى اللّه تو بةنّصوحا</p>
<p>&#8220;Wahai orang orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.&#8221; (Q.S. At Tahrim :8)</p>
<p>Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa dalam menafsirkan ayat di atas : dia berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tobat nasuha (tobat yang semurni-murninya), adalah penyesalan dengan hati, istighfar (mohon ampun) dengan lisan, dan berjanji untuk tidak akan mengulanginya selama-lamanya.</p>
<p>Diriwayatkan dari Nabi saw. bahwasanya beliau bersabda :</p>
<p>المستغفربالٔلّسانالمصرّعلى الذنوب كالمستهزئ بربّه</p>
<p>Orang yang mohon ampun dengan lisan (sedang ia) terus-menerus melakukan perbuatan dosa, hal itu bagaikan orang yang memperolok-olok Tuhannya.</p>
<p>Seorang yang bijaksana berkata : Tobat seorang itu bisa dilihat dari empat hal:</p>
<p>1. Bisa mengendalikan lisannya dari ucapan-ucapan yang tidak berguna, menggunjing dan dusta.</p>
<p>2. Dalam hatinya tidak ada rasa dengki dan permusuhan.</p>
<p>3. Meninggalkan teman-temannya yang jelek.</p>
<p>4. Selalu siap menghadapi mati, menyesali semua perbuatan yang tidak baik dibarengi dengan permohonan ampun, dan dengan bersungguh-sungguh untuk taat kepada Allah.</p>
<p>Firman Allah SWT :</p>
<p>انّ اللّه يحبّ التّوّابين ويحبّ المتطهّرين</p>
<p>&#8220;Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.&#8221; (Q.S. Al Baqarah :222)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Doa Sholat Tarawih</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-25470/doa-sholat-tarawih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2020 19:28:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat Tarawih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-25470/doa-sholat-tarawih</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Tak terasa, umat islam di seluruh penjuru dunia akan melaksanakan bulan yang penuh kemuliaan, keberkahan dan bulan yang penuh ampunan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tak terasa, umat islam di seluruh penjuru dunia akan melaksanakan bulan yang penuh kemuliaan, keberkahan dan bulan yang penuh ampunan.</p>
<p>Puasa ramadhan pada tahun 2020 ini akan jatuh pada hari yang juga penuh dengan kemuliaan. Yakni Jum&#8217;at tanggal 24 April 2020.</p>
<p>Di malam pertama menjelang puasa ramadhan, umat muslim akan melaksanakan sholat tarawih di Mushola maupun Masjid terdekat.</p>
<p>Di indonesia sendiri ada 2 aliran keagamaan yang cukup besar, yakni NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah. Untuk warga NU (Nahdliyin) sholat tarawih dilaksankan dengan jumlah 23 rakaat dengan 20 Sholat tarawih dan 3 rakaat nya sholat witir.</p>
<p>Sedangkan warga Muhammadiyah biasanya melaksanakan sholat tarawih dengan 11 rakaat.</p>
<p>Kedua ormas islam di indonesia ini, pada tahun ini akan menjalankan puasa ramadhan di hari dan tanggal yang bersamaan. Selain itu juga bersamaan dengan keputusan pemerintah melalui Kmenterian Agama. Penentuan puasa biasanya dilakukan dengan melihat rukyatul hilal atau melalui hisab.</p>
<p>Sholat Tarawih mempunyai Keutamaan </p>
<p>Dilansir NU Online, Selain ibadah puasa, salah satu yang spesial di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Ritual yang dilakukan setelah shalat Isya ini memiliki keutamaan dan pahala yang besar.</p>
<p>Syekh Taqiyuddin al-Hishni dalam karyanya Kifayatul Akhyar menegaskan bahwa kesunnahan shalat tarawih merupakan kesepakatan seluruh ulama dari berbagai mazhab, tidak dianggap pendapat-pendapat yang menyelisihi konsensus tersebut.</p>
<p>Al-Hishni mengatakan: وَأما صَلَاة التَّرَاوِيح فَلَا شكّ فِي سنيتها وانعقد الْإِجْمَاع على ذَلِك قَالَه غير وَاحِد وَلَا عِبْرَة بشواذ الْأَقْوَال</p>
<p>&#8220;Adapun shalat tarawih, tidak diragukan lagi di dalam kesunnahannya. Kesepakatan ulama telah menjadi kukuh di dalam kesunnahannya, yang demikian dikatakan tidak hanya satu orang. Tidak dianggap pendapat-pendapat yang menyimpang&#8221; (Syekh Taqiyuddin al-Hishni, Kifayah al-Akhyar, hal. 89).</p>
<p>Terdapat beberapa hadits yang menjelaskan tentang keutamaan tarawih. di antaranya hadits Nabi riwayat Imam al-Bukhari, Muslim dan lainnya: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p>&#8220;Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau&#8221; (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya). Ulama sepakat bahwa redaksi &#8220;qâma ramadlâna&#8221; di dalam hadits tersebut diarahkan pada shalat tarawih.</p>
<p>Syekh Khatib al-Syarbini menegaskan: وَقَدْ اتَّفَقُوا عَلَى سُنِّيَّتِهَا وَعَلَى أَنَّهَا الْمُرَادُ مِنْ قَوْلِهِ &#8211; صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; «مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ» رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَقَوْلُهُ: إيمَانًا: أَيْ تَصْدِيقًا بِأَنَّهُ حَقٌّ مُعْتَقِدًا فَضِيلَتَهُ، وَاحْتِسَابًا: أَيْ إخْلَاصًا،</p>
<p>&#8220;Ulama sepakat atas kesunnahan tarawih dan sesungguhnya tarawih adalah shalat yang dikehendaki dalam hadits Nabi, Barang siapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau. Hadits diriwayatkan al-Bukhari.</p>
<p>Adapun sabda Nabi &#8220;imanan&#8221;, maksudnya adalah membenarkan bahwa yang demikian itu haq seraya meyakini keutamaannya. Sabda Nabi &#8220;wahtisaban&#8221;, maksudnya ikhlas&#8221; (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, hal. 459).</p>
<p>Ulama berbeda pendapat mengenai dosa yang diampuni dalam hadits tersebut, sebagaimana mereka juga ikhtilaf di dalam hadits-hadits sejenis. Menurut al-Imam al-Haramain, yang dihapus hanya dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar hanya bisa diampuni dengan cara bertaubat.</p>
<p>Sementara menurut Imam Ibnu al-Mundzir, redaksi &#8220;mâ&#8221; (dosa) dalam hadits tersebut termasuk kategori lafadh ‘âm (kata umum) yang berarti mencakup segala dosa, baik kecil atau besar.</p>
<p>Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli mengatakan: قَالَ الْإِمَامُ:)وَالْمُكَفَّرُ الصَّغَائِرُ دُونَ الْكَبَائِرِ(. قَالَ صَاحِبُ الذَّخَائِرِ: وَهَذَا مِنْهُ تَحَكُّمٌ يَحْتَاجُ إلَى دَلِيلٍ وَالْحَدِيثُ عَامٌّ وَفَضْلُ اللَّهِ وَاسِعٌ لَا يُحْجَرُ. قَالَ ابْنُ الْمُنْذِرِ فِي قَوْلِهِ &#8211; صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; «مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ» : هَذَا قَوْلٌ عَامٌّ يُرْجَى أَنَّهُ يُغْفَرُ لَهُ جَمِيعُ ذُنُوبِهِ صَغِيرُهَا وَكَبِيرُهَا</p>
<p>&#8220;Al-Imam al-Haramain berkata, yang dilebur adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar. Berkata pengarang kitab al-Dzakhair, ini adalah vonis sepihak dari al-Imam al-Haramain yang butuh dalil, padahal haditsnya umum dan anugerah Allah luas tak terbendung. Ibnu al-Mundzir berkata di dalam sabda Nabi, Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau, ini adalah perkataan yang umum, diharapkan terampuninya seluruh dosa-dosa bagi pengamalnya, dosa kecil dan besar&#8221; (Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli, Nihayah al-Muhtaj, juz 3, hal. 206).</p>
<p>Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sayyidah Aisyah bahwa Nabi pada suatu malam berada di dalam masjid, beliau shalat dan diikuti oleh para sahabat.</p>
<p>Di hari berikutnya Nabi shalat seperti di hari pertama dan jamaah yang mengikutinya bertambah banyak. Kemudian di hari ke tiga atau keempat sahabat berkumpul di masjid untuk menanti kedatangan Nabi untuk shalat jamaah tarawih bersama-sama, namun Nabi tidak kunjung hadir hingga subuh.</p>
<p>Beliau menjelaskan perihal ketidakhadirannya di masjid semalam, beliau bersabda &#8220;Aku telah melihat apa yang kalian lakukan, tidaklah mencegahku untuk ke luar shalat bersama kalian kecuali aku khawatir shalat ini difardlukan atas kalian. Perawi hadits menjelaskan bahwa yang demikian itu terjadi di bulan Ramadhan&#8221; (HR al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Nabi sengaja tidak melanjutkan jamaah tarawih di masjid di hari-hari berikutnya karena khawatir ada anggapan bahwa shalat tarawih hukumnya wajib. Sunnah ini kemudian berlanjut sampai masanya khalifah Abu Bakr al-Shidiq.</p>
<p>Hingga pada masa khalifah Umar bin al-Khatab, atas ide khalifah Umar dan disepakati seluruh sahabat, dilakukan jamaah tarawih secara rutin di masjid hingga akhir Ramadhan.</p>
<p>Ulama menjelaskan bahwa telah terjadi perbedaan konteks di zaman Nabi &#038;amp! Abu Bakr dengan masanya Umar sehingga terjadi praktik yang berbeda dalam pelaksanaan tarawih. Bila di masa Nabi masih sangat rentan diyakini wajib, maka alasan tersebut hilang saat masa kepemimpinan Sayyidina Umar, sehingga dilakukan jamaah tarawih secara rutin di masjid.</p>
<p>Syekh Taqiyuddin al-Hishni menegaskan: وَفعل عمر ذَلِك لأمنه الافتراض &#8220;Dan Sayyidina Umar melakukan hal demikian (mengumpulkan manusia untuk shalat jamaah tarawih) karena terjamin dari anggapan kewajiban tarawih&#8221; (Syekh Taqiyuddin al-Hishni, Kifayah al-Akhyar, hal. 89).</p>
<p>Imam al-Baihaqi dan lainnya meriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa umat Islam shalat tarawih di bulan Ramadhan pada masa pemerintahan Sayyidina Umar bin al-Khattab sebanyak 20 rakaat.</p>
<p>Di dalam riwayat lain dari Imam Malik di kitab al-Mawattha’, jumlah rakaat shalat yang dilakukan di masa Umar adalah 23 rakaat. Al-Imam al-Baihaqi kemudian mengompromikan dua dalil tersebut bahwa riwayat yang menyatakan 20 rakaat konteksnya adalah tanpa menghitung 3 rakaat sahalat witir, sedangakan riwayat yang menyebut 23 rakaat setelah menghitung 3 rakaat witir.</p>
<p>Demikian penjelasan mengenai keutamaan shalat tarawih. Semoga kita diberi kekuatan untuk istiqamah menjalankannya dengan ikhlas. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Ustadz M. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Pesantren Raudlatul Qur’an, Geyongan Arjawinangun Cirebon Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: right!"><a href="https://islam.nu.or.id/ramadhan/dalil-dan-keutamaan-shalat-tarawih-wp8HS" rel="noopener" target="_blank">NU Online</a></p>
<h2>Doa Sholat Tarawih</h2>
<p>أَللَّهُمَّ اجْعَلْ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ وَلِلْفَرَئِضِ مُؤَدّيِنَ وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ وَبِالْهُدَى مُتَّسِكِيْنَ وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ وَفِى الْآ خِرَةِ رَاغِبِيْنَ وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنِ وَلِلنَّعْمَاءِ الشَّاكِرِيْنَ وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ وَ فِى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَمَةِ قَاعِدِيْنَ وَمِنْ حُوْرِعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِسِيْنَ وَاِلَى طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّيْنِ شَارِبِيْنَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مَنِ النَّبِيِيْنَ وَالصِّدِّقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِى هَذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلَأْشقِيَاِء الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُلِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ</p>
<p>&#8220;Wahai Allah, jadikanlah kami orang-orang yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardhu, memelihara shalat, menegeluarkan zakat, mencari kebaikan di sisi-Mu, senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terhindar dari segala penyelewengan-penyelewengan, zuhud akan harta benda, mencintai amal untuk bekal di akhirat, tabah menerima ketetapanMu, mensyukuri segala nikmatMu, tabah dalam menghadapi cobaan,dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah panji-panji Nabi Muhammad s.a.w, dan sampai pada telaga yang sejuk, masuk dalam surge, selamat dari api neraka, dan duduk di atas permadani yang indah bersama para bidadari, berpakaian sutra, menikmati makanan surge, meminum susu dan madu yang murni dengan gelas, ceret dan sloki (yang diambil) dari air yang mengalir bersama orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka dari golongan para Nabi, orang-orang jujur, para shuhada dan orang-orang yang shalih. Merekalah teman yang terbaik. Demikianlah karunia Allah s.w.t, dan cukuplah Allah yang mengetahui. Wahai Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini menjadi orang yang berbahagia dan diterima (amal ibadahnya). Dan janganlah Engkau jadikan kami sebagaian dari orang-orang yang sengsara dan ditolak (amal ibadahnya). Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada NAbi besar Muhammad s.a.w, beserta keluarga dan segenap sahabatnya. Segala puji milik Allah, Tuhan seru sekalian alam&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Waspada, Umat Pecah Karena Corons</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-24118/waspada-umat-pecah-belah-karena-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 09:45:53 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-24118/waspada-umat-pecah-belah-karena-corona</guid>

					<description><![CDATA[Diterangkangkan dalam Jami&#8217; al Usul fi al Awliya: Bilamana Allah telah mencintai hambaNya dan bila hamba mencintai Allah Ta&#8217;ala pasti dia diberi buahNya almahbub.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Diterangkangkan dalam Jami&#8217; al Usul fi al Awliya: Bilamana Allah telah mencintai hambaNya dan bila hamba mencintai Allah Ta&#8217;ala pasti dia diberi buahNya almahbub.</p>
<p>Kalau sudah meningkat mahabbahnya hilanglah di hati itu siapapun kecuali kecintaannya kepada Allah dan RasulNya.</p>
<p>Apabila semakin kenal Laailaha Illallah akan lebih jauh mengenal Allah. Bahwa selain Allah adalah makhluk, selain Allah adalah hawadits. </p>
<p>Bila kita semakin jauh mengenal Allah semakin jauh pula makrifat kita kepada Allah dan kepercayaannya atau keyakinannya. Sebagaimana hadits qudsi dari Imam Ali Ridla dari Imam Musa al Kadzim dari Imam Ja&#8217;far Shadiq dari Sayyid Imam Hamdu al Bagir dari Imam Zainal Abidin dari Sayyid Husein dari Ali bin Abi Thalib dari Rasulullah dari Allah _Subhaanahu Wataala_:</p>
<p>كلمة لا إله إلا اللّه حصني‏ فمن قالها دخل حصني فمن دخل حصني أمن عذابي‏</p>
<p>_Kalimat Laa Ilaha Illallah adalah bentengku. Barangsiapa mengucapkannya maka ia telah masuk bentengKu. Barangsiapa telah masuk bentengKu maka ia aman dari adzabKu_</p>
<p>Beratnya siksa api neraka tidak ada tandingannya. Janji Allah barangsiapa baik perbuatannya maka masuk surga tapi jika amalnya dalam murka Allah maka akan masuk neraka.</p>
<p>Ada gak siksa yang lebih berat dari api neraka? Jika tidak ada mari kita ambil corona kita masukkan dalam api neraka.</p>
<p>Mengikuti himbauan pemerintah itu perlu, karena sayangnya pemerintah pada bangsa dan rakyatnya. Jadi jangan menyalahkan pemerintah. Karena (jika tidak ada himbauan itu) negara-negara akan menuding pemerintah tidak perhatian pada rakyatnya.</p>
<p>Bagi yang imannya tidak kuat akan merusak tauhid. Bisa saja majlis dengan massa yang banyak semacam ini ada yang melepaskan virus corona akhirnya Habib Luthfi yang dijadikan kambing hitamnya. Itu orang yang tidak yakin kepada Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Kalau Corona versiku lain, &#8220;kon rono&#8221; (suruh pergi sana). Suruh pergi pada pembuatnya, biar merasakan corona.</p>
<p>Janganlah kita terlalu fokus (pada corona). Kalau tidak kuat bisa syirik. Sekarang banyak yang bungkam untuk memperingatkan bahaya syirik karena corona.</p>
<p>Mereka meyakini bahwa penyakit ini memberi efek yang besar padahal tidak ada yang bisa memberi manfaat dan madharat kecuali Allah.
بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم</p>
<p>Jangan karena corona timbul pemisah antara kita (social distancing). Saling curiga antar pembeli dan penjual. Keduanya saling suudzon jangan-jangan ia terjangkit corona. Ketika sudah berhadap-hadapan sedemikian maka mudah saja ada pihak yang menyulut.</p>
<p>Ketika Indonesia sudah dicekam ketakutan akan mudah diprovokasi. Jangan takut kelaparan, apalagi Indonesia banyak para walinya. Kemana iman kita? Kemana keyakinan kita pada Allah? Orang yang membaca Laa Ilaaha Illallah masuk dalam bentengnya Allah apalagi bentengnya Indonesia sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa.</p>
<p>Pasar sepi. Toko sepi. Nasib kota seperti kuburan. Ketika saya ditanya saya balik tanya &#8220;Corona itu tuhan gak?&#8221; Gak Bib &#8220;Lha kalau tidak tuhan kenapa takut? Sama neraka gak takut sama corona kok takut?&#8221;.</p>
<p>Ingin Indonesia jaya? Ingin Indonesia bersatu? Mari jaga persatuan bukan karena corona. yang dagang tetap dagang, yang bekerja tetap bekerja, yang sekolah tetap sekolah dan ikhtiyar tetap ikhtiyar.</p>
<p>Lha Bib nanti mati kalau kena corona? &#8220;Apa corona itu perwakilan Izrail? Corona seperti apapun kalau izrail belum datang pasti tetap panjang umur. Tapi juga wajib ikhtiyar&#8221;.</p>
<p>Ibarat sedang dijalan raya yang ramai kendaraan jangan pokoke tawakkaltu ala Allah, kita harus hati-hati menyeberang biar tidak tertabrak.</p>
<p>Mari besarkan keyakinan kita kepada Allah dan tetap menjaga jangan sampai kita kena penyakit.</p>
<p>Kalau kita selalu diteror terus dengan rasa takut lalu kapan Indonesia akan membangun? Jangan beri kesempatan oknum oknum yang akan memecah belah Indonesia.</p>
<p>* Disampaikan Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam Majlis Dzikir Kliwonan, Jum&#8217;at 20 Maret 2020 (Darul Faiz Mengaji)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pengertian Zuhud Menurut Kitab Minahus Saniyah</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-22993/pengertian-zuhud-menurut-kitab-minahus-saniyah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2020 17:52:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-22993/pengertian-zuhud-menurut-kitab-minahus-saniyah</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Istilah Zuhud sangat familiar di kalangan pengikut atau penganut Tarekat / Thoriqoh. Bahkan orang yang tidak mengikutinya pun mengetahuinya, meski tidak tau istilah Zuhud.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Istilah Zuhud sangat familiar di kalangan pengikut atau penganut Tarekat / Thoriqoh. Bahkan orang yang tidak mengikutinya pun mengetahuinya, meski tidak tau istilah Zuhud.</p>
<p>Pasalnya, tidak sedikit orang menilai takut mengikuti suatu Tarekat lantaran menurut mereka dari cerita yang mereka peroleh bahwa, jika sudah ikut tarekat maka lebih difokuskan untuk beribadah daripada berusaha mencari sumber pendapatan.</p>
<p>Padahal sebenarnya tidak demikian, dan kemungkinan ia salah paham dalam membaca atau mendengarkan. Sebab jika berfikir secara rasional maka Usaha tetap diperlukan.</p>
<p>Adapun untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidup dia dan keluarganya maka dibutuhkan usaha. Jadi tidak hanya Ibadah saja yang dilakukan tapi Usaha juga diperlukan.</p>
<p>Apa itu Zuhud? Pengertian Zuhud disadur dari Kitab Minahus Saniyah karya Al Imam Abdul Wahab Asy Syaroni artinya meninggalkan kepentingan duniawi untuk Akhirat.</p>
<p>Sedang orang Zuhud bisa meninggalkan kepentingan duniawi, akan tetapi sebenarnya memang ia tidak mendapatkan bagian dari Allah Ta&#8217;ala. Yakni berupa perkara yang di zuhudi dan ditinggalkan itu. Yakni kalau perkara tersebut berupa perkara yang telah ditetapkan Allah sebagai bagiannya, dia pasti mengambil manfaat dari perkara itu.</p>
<p>Hakikat Zuhud dalam perkara dunia itu adalah meninggalkan kecenderungan hati kepada apa yang menjadi kesenangan dunia dengan suka hati.</p>
<p>Namun bukan lantaran kosongnya tangan dari dunia tersebut. Sebab, pembuat syari&#8217;at (Allah Ta&#8217;ala atau Nabi Muhammad SAW) tidak melarang berdagang dengan membuat perusahaan (sebagai sumber rezeki).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hukum Sabung Ayam dalam Perspektif Islam</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-17732/hukum-sabung-ayam-dalam-perspektif-islam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2019 22:44:24 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-17732/hukum-sabung-ayam-dalam-perspektif-islam</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Hukum adu ayam itu Haram. Menyabungkan binatang adalah tindakan menyakiti yang tidak ada faedahnya dan semata-mata hanya menuruti kesenangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hukum adu ayam itu Haram. Menyabungkan binatang adalah tindakan menyakiti yang tidak ada faedahnya dan semata-mata hanya menuruti kesenangan.</p>
<p>Dan sesungguhnya haram akad adu domba dan adu ayam secara mutlak karena merupakan perbuatan bodoh dan termasuk perbuatan kaum nabi Luth as, yang dibinasakan Allah sebab dosa-dosa mereka. (Albajuri juz 2 hal. 307). Wallohu a&#8217;lam bis showab.</p>
<p>&#8211; Nail al Authar juz 8 hal. 99 :</p>
<p>وإيلام الحيوان ههنا مانع لأنه إيلام لم يأذن به الشارع بل نهى عنه قوله: (عن التحريش بين البهائم) قال في القاموس: التحريش: الإغراء بين القوم أو الكلاب اهـ. فجعله مختصا ببعض الحيوانات. وظاهر الحديث أن الإغراء بين ما عدا الكلاب من البهائم يقال له تحريش. ووجه النهي أنه إيلام للحيوانات وإتعاب لها بدون فائدة بل مجرد عبث</p>
<p>&#8211; Hasyiyah al Bujairamiy &#8216;alal Khathib juz 4 hal. 349 :</p>
<p>فلا تجوز على الكلاب ومهارشة الديكة ومناطحة الكباش، لأنهما ليسا من بغيره لأن فعل ذلك سفه ومن فعل قوم لوط الذين أهلكهم الله بذنوبهم ولا على طير وصراع بعوض؛ لأنهما ليسا من آلات القتال</p>
<p>&#8211; Tuhfah al Muhtaj juz 10 hal. 216 :</p>
<p>قوله: والنطاح بنحو الكباش إلخ) عبارة المغني ويحرم كما قال الحليمي التحريش بين الديوك، والكلاب، وترقيص القرود، ونطاح الكباش والتفرج على هذه الأشياء المحرمة واللعب بالصور، وجمع الناس عليها. اهـ</p>
<p>Sumber Informasi: Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
