<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Budaya &#8211; Jurnal Online</title>
	<atom:link href="https://jurnal.cilacap.info/tag/budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 May 2021 18:45:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/jurnal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Budaya &#8211; Jurnal Online</title>
<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Inspirasi Berkarya</description>
</image>
	<item>
		<title>Islam Nusantara dan Tradisi Lokal Indonesia</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-38612/islam-nusantara-dan-tradisi-lokal-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2021 18:45:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-38612/islam-nusantara-dan-tradisi-lokal-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[Dalam sejarahnya, Islam begitu mewarnai sendi-sendi kehidupan – budaya, adat, tradisi &#8211; masyarakat Nusantara. Pun sebaliknya. Terjadi dialektika di antara keduanya sehingga membentuk karakter Islam yang khas Nusantara. Aswaja sebagai basis pemahaman keagamaan telah mengakar dalam keberislaman sejak awal masuknya Islam di Nusantara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sejarahnya, Islam begitu mewarnai sendi-sendi kehidupan – budaya, adat, tradisi &#8211; masyarakat Nusantara. Pun sebaliknya. Terjadi dialektika di antara keduanya sehingga membentuk karakter Islam yang khas Nusantara. Aswaja sebagai basis pemahaman keagamaan telah mengakar dalam keberislaman sejak awal masuknya Islam di Nusantara.</p>
<p>Jalur Aswaja telah ditempuh para ulama dalam mendapatkan hukum yang tepat di Nusantara ini sekaligus starategi berdakwah dan berkomunikasi dengan masyarakat nusantara yang beraneka ragam. Selain itu, aswaja juga membangun sekaligus melestarikan tradisi-tradisi dalam ranah rasionalitas dan spiritualitas yang termanifestasi dalam suatu tradisi seni seperti di Aceh maupun direkam dalam kitab- kitab ulama nusantara.
 Islam Nusantara atau model Islam Indonesia adalah suatu wujud empiris Islam yang dikembangkan di Nusantara setidaknya sejak abad ke-16, sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi, interpretasi, dan vernakularisasi terhadap ajaran dan nilai-nilai Islam yang universal, yang sesuai dengan realitas sosio-kultural Indonesia. </p>
<p>Narasi Islam Nusantara sebenarnya sudah dimulai pada dekade tahun 1970 dan 1980-an saat gelombang kaum intelektual Indonesia mulai pulang dari pendidikan di luar negeri. Gelombang intelektual muslim Indonesia mulai dari Prof Nurkholis Madjid, Prof. Ayumardi Azra, KH Abdurahman Wakhid dll melalui tulisan mereka di berbagai media, jurnal, buku dll.
 Puncaknya istilah ini secara perdana resmi diperkenalkan dan direduksi ulang serta digalakkan kembali oleh organisasi Islam Nahdlatul Ulama pada 2015, sebagai bentuk penafsiran alternatif masyarakat Islam global yang selama ini selalu didominasi perspektif Arab dan Timur Tengah — misalnya Wahabisme.</p>
<p>Islam Nusantara didefinisikan sebagai penafsiran Islam yang mempertimbangkan budaya dan adat istiadat lokal di Indonesia dalam merumuskan fikihnya.[2] Pada Juni 2015, Presiden Joko Widodo telah secara terbuka memberikan dukungan kepada Islam Nusantara, yang merupakan bentuk Islam yang moderat dan dianggap cocok dengan nilai budaya Indonesia.</p>
<p>Penyebaran Islam di Indonesia adalah proses yang perlahan, bertahap, dan berlangsung secara damai. Satu teori menyebutkan bahwa Islam datang secara langsung dari jazirah Arab sebelum abad ke-9 M, sementara pihak lain menyebutkan peranan kaum pedagang dan ulama Sufi yang membawa Islam ke Nusantara pada kurun abad ke-12 atau ke-13, baik melalui Gujarat di India atau langsung dari Timur Tengah. Pada abad ke-16, Islam menggantikan agama Hindu dan Buddha sebagai agama mayoritas di Nusantara. Islam tradisional yang pertama kali berkembang di Indonesia adalah cabang dari Sunni Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang diajarkan oleh kaum ulama, para kiai dipesantren. Model penyebaran Islam seperti ini terutama ditemukan di Jawa. Beberapa aspek dari Islam tradisional telah memasukkan berbagai budaya dan adat istiadat setempat.</p>
<p>Praktik Islam awal di Nusantara sedikit banyak dipengaruhi oleh ajaran Sufisme dan aliran spiritual Jawa yang telah ada sebelumnya. Beberapa tradisi, seperti menghormati otoritas kyai, menghormati tokoh-tokoh Islam seperti Wali Songo, juga ikut ambil bagian dalam tradisi Islam seperti ziarah kubur, tahlilan, dan memperingati maulid nabi, termasuk perayaan sekaten, secara taat dijalankan oleh Muslim tradisional Indonesia.</p>
<p>Akan tetapi, setelah datangnya Islam aliran Salafi modernis yang disusul datangnya ajaran Wahhabi dari Arab, golongan Islam puritan skripturalis ini menolak semua bentuk tradisi itu dan mencelanya sebagai perbuatan syirik atau bidah, direndahkan sebagai bentuk sinkretisme yang merusak kesucian Islam. Kondisi ini telah menimbulkan ketegangan beragama, kebersamaan yang kurang mengenakkan, dan persaingan spiritual antara Nahdlatul Ulama yang tradisional dan Muhammadiyah yang modernis dan puritan.</p>
<p>Sementara warga Indonesia secara seksama memperhatikan kehancuran Timur Tengah yang tercabik-cabik konflik dan perang berkepanjangan. Patut disadari bahwa ada aspek keagamaan dalam konflik ini, yaitu munculnya masalah Islam radikal.</p>
<p>Indonesia juga menderita akibat serangan teroris yang dilancarkan oleh kelompok jihadi seperti Jamaah Islamiyah yang menyerang Bali. Doktrin ultra konservatif Salafi dan Wahhabi yang disponsori pemerintah Arab Saudi selama ini telah mendominasi diskursus global mengenai Islam.</p>
<p>Kekhawatiran semakin diperparah dengan munculnya ISIS pada 2013 yang melakukan tindakan kejahatan perang nan keji atas nama Islam.
 Sekalipun kini dikepung dengan berbagai aliran, Islam Akhlus Sunnah Waljamaah yang ada di bumi Nusantara, kalangan NU tradisional tetap eksis melalui lembaga pesantren untuk menyemai Islam yang rahmatan lil alamin.(***) Penulis mantan wartawan alKisah</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-islam-nusantara.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="400">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi islam nusantara]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-islam-nusantara-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi islam nusantara]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Meski Puasa dan Lebaran Lebih Satu Hari, Masyarakat Kalikudi Hidup Rukun Berdampingan</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-27256/meski-puasa-dan-lebaran-lebih-satu-hari-masyarakat-kalikudi-hidup-rukun-berdampingan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 12:12:14 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Aboge]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-27256/meski-puasa-dan-lebaran-lebih-satu-hari-masyarakat-kalikudi-hidup-rukun-berdampingan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO &#8211; Mengenal komunitas adat budaya yang ada di Cilacap dan Banyumas, salah satunya adalah komunitas islam kejawen atau Aboge (Alif Rebo Wage).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Mengenal komunitas adat budaya yang ada di Cilacap dan Banyumas, salah satunya adalah komunitas islam kejawen atau Aboge (Alif Rebo Wage).</p>
<p>Jamaah aboge ini selalu lebih satu hari dalam menjalankan puasa ramadhan maupun merayakan idul fitri, pada tahun ini yakni 1441 Hijriyah pun demikian.</p>
<p>Meski ada perbedaan hari dalam menentukan awal puasa dan hari raya idul fitri, namun masyarakat hidup rukun berdampingan dan saling menghargai satu sama lain.</p>
<p>Dilansir Kanal NEWS <a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; , hari ini Jum&#8217;at 22 Mei 2020.</p>
<p>Penetapan Keputusan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah dari Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dinyatakan pada hari minggu, (24/5/2020) begitupun dari kedua Ormas Islam (NU dan Muhammadiyah).</p>
<p>Meski demikian, Jama&#8217;ah Aboge atau Alif Rebo Wage suatu Penganut Islam Kejawen akan merayakannya 1 hari setelah lebaran idul fitri kalender nasional.</p>
<p>Jama&#8217;ah Aboge ini adalah suatu perkumpulan masyarakat yang menganut aliran Islam yang masih kental dengan nilai-nilai ke adatan. Dan mereka juga tersebar di Banyumas dan Cilacap.</p>
<p>Mereka akan merayakan Idul Fitri pada tahun 2020 pada hari senin (25/5/2020). Diketahui, jama&#8217;ah aboge ini melaksanakan puasa dengan perhitungan yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi (turun-temurun).</p>
<p>Sehingga dalam tradisi mereka, yakni dalam menetapkan awal puasa dari perhitungannya, selalu lebih 1 hari dari yang ditetapkan pemerintah.</p>
<p>Jamaah Aboge juga diketahui dalam melaksanakan ibadah puasa ramadhan 1441 H, yakni pada hari sabtu,(25/4/2020), yang lebih satu hari dari yang ditetapkan pemerintah.</p>
<p>Dilansir laman Liputan6.com, salah seorang penganut aliran aboge di Cilacap yang bernama Khuntang menyampaikan, bahwa masyarakat di daerahnya yakni kalikudi tak mempermasalahkan perbedaan penentuan puasa maupun idul fitri.</p>
<p>Masyarakat, dalam hal ini juga turut sama-sama menghargai, hidup berdampingan dengan semangat toleransi. Sehingga masyarakat hidup dengan rukun.</p>
<p>Lebih lanjut, Kunthang menjelaskan, tahun ini adalah tahun wawu, hal itu sesuai perhitungan dengan rumusan yang telah turun temurun.</p>
<p>Sedangkan rumusnya yaitu Ram Jiji dan hasil dari perhitungan tersebut, lebaran pada tahun ini jatuh pada Senin Manis.</p>
<p>&#8220;Tahun ini adalah tahun wawu, di tahun wawu, awal bulan sura jatuhnya dalam kalender jawa yakni Senin Kliwon. Sehingga dalam perumusan awal puasa jatuh pada hari Sabtu (25/4/2020). Adapun rumusnya adalah Sanemro (Puasa enem loro). Sehingga lebaran kali ini, jamaah Alif Rebo Wage akan jatuh pada Senin Manis, yakni tanggal 25 Mei 2020.&#8221; Terangnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mini Drama Walisongo dalam Moment Pelepasan SD IT Buah Hati Cilacap</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-15307/mini-drama-walisongo-dalam-moment-pelepasan-sd-it-buah-hati-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2019 14:12:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-15307/mini-drama-walisongo-dalam-moment-pelepasan-sd-it-buah-hati-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO &#8211; Negera Indonesia lahir dari nilai-nilai historis akan Adat dan Budaya. Begitu juga kisah akan awal mula penyebaran islam di nusantara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Negera Indonesia lahir dari nilai-nilai historis akan Adat dan Budaya. Begitu juga kisah akan awal mula penyebaran islam di nusantara.</p>
<p>Jalan panjang Penyebaran Islam di indonesia hingga menjadikan negeri ini adalah negara dengan jumlah penduduk yang mayoritas muslim terbanyak didunia. Ada peran dari para tokoh-tokoh islam. Tokoh ini pun dikenal dengan sembilan Wali tanah jawa (Walisongo).</p>
<p>Atas pernanan ke sembilan wali itu. Maka di sekolah dan dipesantren serta di Sekolah-Sekolah Tinggi (Universitas) Islam selalu ada kisah atau cerita mengenai sejarah walisongo tersebut.</p>
<p>Dengan sejarah penyebaran islam di indonesia itu, maka siswa-siswi SD IT Cilacap juga ingin memunculkan kisah sejarahnya. Hal itu dilakukan oleh para siswa dengan memainian peran walisongo dalam sebuah drama mini berdurasi sekira 50 menit.</p>
<p>Drama mini tersebut merupakan Momentum pelesapan siswa-siswi SD Islam Terpadu kelas enam (Akhiruesanah) di Graha Pemuda Bercahaya. Minggu (23/6/2019).</p>
<p>Acara pelepasan bertemakan &#8220;Harmoni Budaya Nusantara&#8221; itu berjalan mengisahkan sejarah walisongo menyebarkan Islam di bumi pertiwi. Kemudian sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu atau acara penting. Yakni mengisahkan mula-mulanya pembuatan Masjid Demak yang merupakan simbol keberhasilan para walisongo menyebarluaskan agama islam di tanah jawa.</p>
<p>Kepala SD IT Buah Hati Cilacap, Suliastiana mengungkapkan bahwa mini drama perjuangan walisongo tersebut sangat menginspirasi. Dimana pihaknya bersama Komite dan Yayasan juga penuh perjuangan untuk membangun Masjid di Komplek sekolah SD IT Buah Hati.</p>
<p>&#8220;Drama ini, puncaknya pembangunan masjid demak oleh walisongo sangat menginspirasi kami, dimana kami dan juga yayasan bersama komite sedang menyelesaikan pembangunan sebuah Masjid di SD IT Buah Hati Cilacap,&#8221; Ungkap Sulistiana.</p>
<h2>Keteladaban Walisongo dalam Mensiarkan Islam</h2>
<p>Sulistiana melanjutkan cerita tentang tema yang diusung pada acara kali ini yang telah ke empat kali. Ia menjelaskan nama itu dipilih karena memang negara ini (indonesia) memiliki keanekaragaman dan kekayaan akan budayanya.</p>
<p>&#8220;Tema yang kami usung merupakan gambaran wajah indonesia. Maka di dalam gedung ini, kami juga menyatukan unsur Nusantara dan juga China,&#8221; Kata Sulis.</p>
<p>&#8220;Inilah proses dalam mensiarkan islam yang dilakukan oleh walisongo. Sehingga peranan dan kisah walisongo tersebut merupakan Keteladaban yang sangat menginspirasi kami,&#8221; Imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Jama&#8217;ah Aboge yang Berbeda Penentuan Awal Puasa dan Lebaran Hingga Nasihat Habib Luthfi</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-13845/kisah-jamaah-aboge-yang-berbeda-penentuan-awal-puasa-dan-lebaran-hingga-nasihat-habib-luthfi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2019 05:48:23 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-13845/kisah-jamaah-aboge-yang-berbeda-penentuan-awal-puasa-dan-lebaran-hingga-nasihat-habib-luthfi</guid>

					<description><![CDATA[Asal-usul penetapan awal puasa ramadhan dan keputusan Hari Raya Idhul Fitri Jama&#8217;ah Aboge yang berbeda dari Pemerentah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Asal-usul penetapan awal puasa ramadhan dan keputusan Hari Raya Idhul Fitri Jama&#8217;ah Aboge yang berbeda dari Pemerentah.</p>
<p>Jama&#8217;ah Aboge (Alip Rebo Wage) diketahui mengawali puasa lebih satu hari dari penetapan Kementerian Agama (Kemenag).</p>
<p>Jika Puasa Ramadhan dari Kemenag dan juga Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah mengawali Puasa pada Senin (6/5/2019). Sedangkan Jama&#8217;ah Aboge pada keesokan harinya, yakni Selasa (7/5/2019).</p>
<p>Keputusan yang diambil oleh jama&#8217;ah aboge itu merupakan hasil perhitungan yang sudah turun temurun dari generasi ke generasi.</p>
<p>Kyai Sudi Maksudi yang merupakan sesepuh dari Jama&#8217;ah Aboge di Desa Onje Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga mengatakan bahwa Dirinya juga tidak ingin dikatakan sebagai sebuah kelompok yang menyimpang. Pasalnya apa yang dia jalani selama ini juga berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dalam beribadah.</p>
<p>&#8220;Pada Ramadhan kali ini jatuh pada Selasa Pahing, Perhitungannya rumit tapi kami anggap ini sebagai perhitungan pasti. Karena dalam fiqih agama yang biasa digunakan sebagai penentuan awal ramadhan itu ada empat yang salah satunya adalah hisab adalah perhitungan dan kami menggunakan itu,&#8221; kata Maksudi yang merupakan jebolan dari beberapa Pondok Pesantren salahsatunya Tebu Ireng Jombang.</p>
<p>Dengan mengawali Puasa lebih satu hari dari pemerintah, maka lebaran atau hari raya idhul fitrinya juga lebih satu hari. Jika pemerintah menetapkan Hari Raya Idhul Fitri pada Rabu, (5/6/2019) maka Jama&#8217;ah Aboge, Kamis (6/6/2019).</p>
<p>Kiai Maksudi juga mengaku pernah dinasihati Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan terkait dengan Tradisi yang dijalaninya. Bahwasanya Habib Luthfi yang merupakan panglima Jam&#8217;iyah Ahlit Thoriqoh Al Mu&#8217;tabarah an Nahdliyah (Jatman) itu menyuruhnya untuk meninggalkan hal itu.</p>
<p>&#8220;Guru saya, Habib Luthfi sudah pernah memerintahkan saya untuk meninggalkan tradisi ini. Tapi saya bilang ke Habib Luthfi kalau saya tidak berkiblat sama ayah saya (salah satu tokoh Aboge, Alm. Surya Munadi),&#8221; Katanya.</p>
<p>&#8220;Pasalnya kalau saya berkiblat sama ayah saya berarti saya telah melakukan kesyirikan. Sedangkan saya hanya menjalankan ilmu hisab beliau,&#8221; Imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kalender Nasional tetapkan Idul Fitri 5 Juni, Jama&#8217;ah Aboge Hari Ini</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-13817/kalender-nasional-tetapkan-idul-fitri-5-juni-jamaah-aboge-hari-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2019 08:56:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-13817/kalender-nasional-tetapkan-idul-fitri-5-juni-jamaah-aboge-hari-ini</guid>

					<description><![CDATA[Banyumas,  aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO &#8211; Penetapan Keputusan Hari Raya Idul Fitri 1440 H dari Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dinyatakan pada hari kemarin, Rabu, (5/6/2019) begitupun dari kedua Ormas Islam (NU dan Muhammadiyah).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyumas, <a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Penetapan Keputusan Hari Raya Idul Fitri 1440 H dari Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dinyatakan pada hari kemarin, Rabu, (5/6/2019) begitupun dari kedua Ormas Islam (NU dan Muhammadiyah).</p>
<p>Meski demikian, Jama&#8217;ah Aboge (Penganut Islam Kejawen) baru hari ini, Kamis (6/6) memperingati Hari Raya Idul Fitri.</p>
<p>Diketahui, jama&#8217;ah aboge ini melaksanakan puasa dengan perhitungan yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi (turun-temurun), sehingga dalam menetapkan awal puasa dari perhitungannya, dinyatakan pada Selasa, (7/5/2019) 2 Ramadhan 1440 H.</p>
<p>Jama&#8217;ah Aboge sendiri sering juga disebut dengan Komunitas Adat Bonokeling, suatu perkumpulan masyarakat yang menganut aliran Islam yang masih kental dengan nilai-nilai ke adatan. Dan mereka juga tersebar di Banyumas dan Cilacap.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
