<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Cek Fakta &#8211; Jurnal Online</title>
	<atom:link href="https://jurnal.cilacap.info/tag/cek-fakta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Feb 2021 12:18:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/jurnal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Cek Fakta &#8211; Jurnal Online</title>
<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Inspirasi Berkarya</description>
</image>
	<item>
		<title>Benar atau Hoax Muhammadiyah Tidak Mau lagi Terima Bantuan Pemerintah, CEK FAKTANYA</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-30810/benar-atau-hoax-muhammadiyah-tidak-mau-lagi-terima-bantuan-pemerintah-cek-faktanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2020 08:56:25 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Anti Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-30810/benar-atau-hoax-muhammadiyah-tidak-mau-lagi-terima-bantuan-pemerintah-cek-faktanya</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Beredar di media sosial unggahan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan organisasi tersebut tidak perlu mendapat bantuan apa pun dari pemerintah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, <a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Beredar di media sosial unggahan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan organisasi tersebut tidak perlu mendapat bantuan apa pun dari pemerintah.</p>
<p>Pesan bergambar tersebut mencantumkan logo Muhammadiyah dengan latar belakang berwarna hijau.</p>
<p>Berikut narasi yang disampaikan pesan tersebut:</p>
<p>&#8220;Lebih baik kita tidak usah mendapat bantuan apapun dari Pemerintah daripada setiap lembaga atau AUM yang kita miliki harus membuat Badan Hukum sendiri-sendiri.</p>
<p>Kita tidak ingin Muhammadiyah bercerai berai karena Badan Hukum Kita lebih tua dari negeri ini</p>
<p>Kita terbiasa tidak menerima bantuan dari Pemerintah. Kenapa sekarang jadi cengeng karena tidak menerima bantuan? Sudah Miskinkah Kita?</p>
<p>-Haedar Nashir-&#8221;</p>
<p>Lalu benarkah Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan tersebut?</p>
<p>Penjelasan: </p>
<p>Berdasarkan penelusuran ANTARA, pesan tersebut adalah informasi palsu atau hoaks.</p>
<p>Mengutip artikel di laman resmi Muhammadiyah yaitu suaramuhammadiyah.id yang berjudul &#8220;Cek Fakta Misinformasi dan Disinformasi tetang Badan Hukum Muhammadiyah&#8221; yang diterbitkan pada 7 Agustus 2020, Haedar Nashir tidak pernah mengatakan hal tersebut. </p>
<p>Muhammadiyah menyebut kemungkinan informasi tersebut merupakan pelintiran dari pernyataan mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof. Yunahar Ilyas pada 2016 silam, yang menyatakan organisasi Islam itu lebih baik tidak dibantu oleh pemda dari pada harus membuat yayasan yang menaungi lembaga itu.</p>
<p>Tulisan tentang pernyataan tersebut juga dimuat oleh suarahmuhammadiyah.id dengan judul &#8220;Muhammadiyah Dirugikan Aturan yang Simpang Siur&#8221;, yang dipublikasikan pada 22 Februari 2016.</p>
<p>Klaim  : Muhammadiyah tidak lagi mau menerima bantuan dari pemerintah
Rating : Salah/Disinformasi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/logo-muhammadiyah-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[logo muhammadiyah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/logo-muhammadiyah-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[logo muhammadiyah]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Benarkah Pedagang Pasar Mayestik Jakarta Selatan meninggal akibat COVID-19, CEK FAKTANYA</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-30695/benarkah-pedagang-pasar-mayestik-jakarta-selatan-meninggal-akibat-covid-19-cek-faktanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2020 18:45:53 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Anti Hoax Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-30695/benarkah-pedagang-pasar-mayestik-jakarta-selatan-meninggal-akibat-covid-19-cek-faktanya</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211;  &#8211; Sebuah pesan berantai yang mengabarkan tentang seorang pedagang Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, meninggal akibat terinfeksi COVID-19, belum lama ini beredar melalui aplikasi WhatsApp.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, <a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; </strong> &#8211; Sebuah pesan berantai yang mengabarkan tentang seorang pedagang Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, meninggal akibat terinfeksi COVID-19, belum lama ini beredar melalui aplikasi WhatsApp.</p>
<p>Disebutkan pula dalam pesan tersebut, pedagang yang meninggal itu biasanya berjualan di lantai dasar Pasar Mayestik.</p>
<p>Suami serta anak dari pedagang pasar itu, dikabarkan tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, sebagaimana tertulis dalam aplikasi layanan pesan instan tersebut.</p>
<p>Berikut isi pesan yang beredar di antara pengguna WhatsApp:</p>
<p>&#8220;Sekilas info dr grup sebelah ibu2 yang jual kotak2 hantaran di LT dasar mayestik barusan meninggal karena covid 19. Suami serta anak nya juga sdg dirawat di RSUD cengkareng. Jadi sebaik nya jangan ke mayestik dulu ya..!!,&#8221;</p>
<p>Namun, benarkah terdapat pedagang Pasar Mayestik yang meninggal akibat COVID-19?</p>
<p>Penjelasan: Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya Arief Nasrudin menegaskan informasi tersebut tidak benar alias hoaks, mengacu pada laman Cekfakta.com di Jakarta, Jumat.</p>
<p>Arief juga meminta masyarakat agar berhenti menyebarluaskan informasi yang tidak benar.</p>
<p>Kepala Pasar Mayestik Riskan mengklarifikasi terdapat pedagang Pasar Mayestik yang meninggal belum lama ini. Namun, pedagang itu meninggal bukan karena COVID-19, melainkan sakit paru-paru dan flek jantung.</p>
<p>Riskan menambahkan pedagang yang meninggal itu biasa berjualan di lantai semi-basement, bukan di lantai dasar, seperti yang tertulis dalam WhatsApp.</p>
<p>&#8220;Lokasinya saja sudah salah karena di lantai dasar Pasar Mayestik tidak ada yang jualan hantaran seperti keranjang-keranjang gitu,&#8221; kata Riskan.</p>
<p>Berdasarkan penelusuran yang dilakukan terhadap keluarga, pedagang serta penjaga keamanan di Pasar Mayestik, diketahui pula suami dan anak pegadang yang meninggal itu tidak dirawat di RSUD Cengkareng. </p>
<p>Klaim: Pedagang Pasar Mayestik meninggal akibat COVID-19
Rating: Salah/Disinformasi</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>PDP (Pasien Dalam Pengawasan) belum Tentu Positif Corona</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-24399/pdp-pasien-dalam-pengawasan-belum-tentu-positif-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2020 18:45:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cek Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[TurnBackHoax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-24399/pdp-pasien-dalam-pengawasan-belum-tentu-positif-corona</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kenali istilah ODP dan PDP agar tidak menyebarkan isu yang belum jelas terkait Coronavirus.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kenali istilah ODP dan PDP agar tidak menyebarkan isu yang belum jelas terkait Coronavirus.</p>
<p>Baru-baru ini tersiar kabar bahwa seorang wanita berusia 13 tahun dikabarkan meninggal karena corona. Wanita tersebut merupakan santriwati di pondok pesantren.</p>
<p>Hal ini tentunya meresahkan apalagi bagi pihak keluarga yang ditinggalkan, di sinilah perlunya media sosial dan media online untuk mengedukasi masyarakat.</p>
<p>Jadibukan hanya sekedar ikutan viral dan trending, sehingga masa bodo dan tidak perduli Bahkan meresahkan.</p>
<p>Kelakar para pemilik akun media sosial pun mustinya harus mengedukasi dan tidak hanya kejar viral dan isu yang membuat panik masyarakat.</p>
<p>Jika masyarakat komentar maka kalian tidak akan digubris oleh para pemilik media sosial karena mereka hanya share kehebohan, viral, isu dan iklan.</p>
<p>Begini keterangan terkait ODP, ODP adalah kependekan dari Orang Dalam Pengawasan, sedang PDP (Pasien Dalam Pengawasan).</p>
<p>ODP dilakukan kepada seseorang agar orang tersebut terpantau dan diawasi, hal ini bisa karena orang tersebut datang dari luar kota dan harus menjalani masa isolasi selama 14 hari.</p>
<p>Sedangkan PDP adalah Pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit, pasien tersebut memang datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena penyakit yang dialaminya. Jadi belum tentu PDP dinyatakan positif pasalnya positif atau tidaknya harus menunggu hasil dari LAB.</p>
<p>Di Cilacap yang dinyatakan Positif hingga kini ada 2 Orang, satu balita dan satu lagi merupakan pria berusia 60&#8217;an.</p>
<p>Adapun terkait santri, begini penjelasan tetangga almarhum. &#8220;Banyak yang hoak sekarang, di sebelah rumahku kemaren perempuan usia 13 tahun, dia dulu tinggal di pondok, dan meninggal kemaren jum&#8217;at tanggal 27 maret 2020. Diberitakan terkena virus corona. Padahal dia sakit dan belum ada status terjangkit virus. Tapi pemberitaan di fb, dia terkena virus corona. Harusnya nunggu hasil dulu baru bisa memberitakan. Jadi kaya menakut-nakuti masyarakat cilacap.&#8221; Ungkap tetangga Almarhum.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
