<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Pertanian &#8211; Jurnal Online</title>
	<atom:link href="https://jurnal.cilacap.info/tag/pertanian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2020 15:44:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/jurnal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Pertanian &#8211; Jurnal Online</title>
<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Inspirasi Berkarya</description>
</image>
	<item>
		<title>Paradoks Hasil Panen Produk Pertanian</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-32159/paradoks-hasil-panen-produk-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2020 15:44:48 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-32159/paradoks-hasil-panen-produk-pertanian</guid>

					<description><![CDATA[Ada yang membuat kaget hari ini di saat harga-harga produk pertanian jatuh, seperti komoditas kobis, cabai, tembakau, jagung, garam, mrica, minyak sawit/CPO, bawang putih, kunir putih ada juga produk pertanian yang harganya membumbung tinggi, seperti Jahe, Cengkih, Kapulaga, Kelapa, Coklat, Gula, Vanili. Padahal pupuk menghilang dan obat-obat pertanian harganya tinggi. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang membuat kaget hari ini di saat harga-harga produk pertanian jatuh, seperti komoditas kobis, cabai, tembakau, jagung, garam, mrica, minyak sawit/CPO, bawang putih, kunir putih ada juga produk pertanian yang harganya membumbung tinggi, seperti Jahe, Cengkih, Kapulaga, Kelapa, Coklat, Gula, Vanili. Padahal pupuk menghilang dan obat-obat pertanian harganya tinggi. </p>
<p>Tren ketidaknormalan hukum pasar ekonomi adalah tergantung dari supply dan demand bisa seimbang. Mekanisme pasar adalah ketika barang sedikit, harganya tinggi. Barang berlimpah, harganya jatuh. Buruknya harga-harga pertanian terkait juga dengan kualitas dari produk yang ada dan juga kegagalan kita bersama dalam mengelola mekanisme pasar.</p>
<p>Bahkan beberapa produk tertentu kita harus impor, yang tentu saja harganya membuat di pasar harganya memang sudah di atas rata-rata. </p>
<p>Upaya untuk ekspor produk dari dalam negeri mestinya ditingkatkan baik keunggulan komparatif maupun kompetitif. </p>
<p>Bagaimana mungkin CPO kita akan bersaing, kalau dari hulu sampai hilir larinya ke Singapura dahulu dengan kualitas yang rendah. Padahal kalau CPO bisa diolah dulu menjadi produk turunan CPO seperti Margarine, Sabun dll sebelum masuk ekspor ke luar negeri, tentu harga minyak sawit tidak jatuh. Pun gula, kelangkaan produksi gula dalam negeri, yang setahu penulis sejak jaman Belanda, tiap karsidenan ada pabrik gulanya.</p>
<p>Apakah strategi lokal untuk menjamin pasokan bahan baku dan distribusi gula bisa merata dan baik. Miris sekali juga dengan bawang putih, di daerah Nusa Tenggara yang penduduknya minus dan berlimpah bawang harga bawang justru jatuh. Sementara impor ilegal bawang putih merajalela.</p>
<p>Petani tentu banyak keluhan. Panen padi kali ini bisa dikatakan sangat miris. Untuk sawah 1 hektar ada yang cuma 4 kwintal. Ada beberapa penyebabnya gagal panen kali ini! pupuk langka, wereng merajalela sehingga padi dipusokan pada usia dini. Harga Gabah Kering, sekarang di kisaran 500-530 ribu per kuintal.
 Untuk memperkuat sektor produksi pertanian dibeberapa Kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah menggandeng pabrik pupuk. Pemerintah daerah menggandeng Petrokimia Gresik dalam menyemprotkan pupuk NPK dan organik, di lahan pertanian seluas 20 hektare.</p>
<p>Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya perusahaan untuk intensifikasi pertanian menjadi salah satu strategi menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah ancaman krisis pangan.</p>
<p>Selain penyemprotan massal, Petrokimia juga menghadirkan klinik pertanian, yaitu melalui Mobil Uji tanah untuk konsultasi pemupukan dan pengendalian hama.</p>
<p>&#8220;Kami juga laksanakan kegiatan ini secara beruntun di enam Kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sosialisasi dan edukasi serupa di berbagai daerah lainnya,&#8221; kata Rahmad.</p>
<p>Sementara penggunaan pupuk organik Phonska Oca, lanjut Rahmad, merupakan upaya perusahaan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah.</p>
<p>&#8220;Hal ini sangat penting mengingat berdasarkan data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat. Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah,&#8221; katanya.</p>
<p>Kondisi ini, kata dia, disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang yang menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit.</p>
<p>&#8220;Untuk itu melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini adalah Phonska Oca,&#8221; katanya.</p>
<p>Phonska Oca merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6 persen, unsur hara Nitrogen, Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman. </p>
<p>Jadi tantangan dunia pertanian adalah berdiri di dua kaki, selain harus berswasembada pangan juga berorientasi ekspor pada sisi agrobisnis tanaman hortikultura.</p>
<p>Paling miris lagi saat ini saat ini jumlah petani di desa jauh berkurang. Karena penduduk sudah memilih bekerja di pabrik dan sektor infrastruktur. Namun dengan berbagai cabaan dan rintangan dunia pertanian, petani sungguh tangguh. Apa yang ditanam, setidaknya mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, tanpa banyak berkeluh kesah dan menanti uluran tangan penguasa dan pengusaha.(***) Aji Setiawan, pemerhati masalah sosial ekonomi tinggal di Purbalingga Jawa Tengah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Poktan Cilacap Meraih 2 Gelar Juara Buah Unggulan se Jateng</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-24157/poktan-cilacap-meraih-2-gelar-juara-buah-unggulan-se-jateng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2020 21:04:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Ungaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-24157/poktan-cilacap-meraih-2-gelar-juara-buah-unggulan-se-jateng</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG,  aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO &#8211; Bertempat di alun-alun Bung Karno Ungaran, Semarang Jawa Tengah (jateng) pada event festival buah tahunan, buah cilacap berhasil meraih juara buah unggulan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG, <a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bertempat di alun-alun Bung Karno Ungaran, Semarang Jawa Tengah (jateng) pada event festival buah tahunan, buah cilacap berhasil meraih juara buah unggulan.</p>
<p>Adapun yang menjadi juara pertama lomba yakni buah alpukat, sedangkan Pisang Cilacap menempati urutan kedua.</p>
<p>Event tersebut diikuti oleh 35 Kabupaten se jawa tengah dengan jumlah 187 peserta kelompok tani (poktan).</p>
<p>Dalam event tahunan yang dimulai pada 7 maret 2020 di Ungaran, adapun ada lima kategori yang dilombakan. Dari kelima buah yang dilombakan yaitu Alpukat, Pisang, Duku, Manggis dan Duku.</p>
<p>Dalam hal ini poktan Cilacap yang berhasil menjadi juara berhak membawa pulang trophy juara, sertifikat dan juga uang pembinaan.</p>
<p>Karsono pengusul lomba warga Dr. Rajiman RT 04 RW 05 Kebonmanis, Cilacap Utara, ke luar sebagai juara pertama dari buah alpukat milik orang tuanya (Kutno).</p>
<p>Menurut penuturannya, buah alpukat tersebut pohonnya telah berusia 25 &#8211; 30 tahun. Adapun keunggulan alpukat yang berusia 25 &#8211; 30 memiliki keunggulan. Yakni antaranya buahnya pulen serta buahnya lebih berisi atau berbobot.</p>
<p>&#8220;Dari satu Pohon Alpukat ini, bisa menghasilkan 1 sampai 2 kwintal dengan bobot rata-rata setengah sampai 1 kilogram perbuahnya.&#8221; Katanya.</p>
<p>Adapun sebagai juara dua yakni Poktan dari Kecamatan Kampung Laut dengan buah unggulannya Pisang jenis Raja.</p>
<p>Buah raja yang berasal dari kampung laut cilacap ini adalah milik keluarga yatno yang diusulkan dalam lomba buah unggulan oleh PPL kampung Laut, Muhsin.</p>
<p>Menurut Penyuluh Lapangan (PPL) Kampung Laut, Muhsin, bahwasanya buah pisang tersebut pohonnya telah berusia 10 bulan.</p>
<p>Keunggulannya dijelaskan Muhsin, buah pisang usia sedemikian itu terasa manis serta tundunannya panjang.</p>
<p>&#8220;1 pohon pisang bisa memproduksi buah pisang mencapai 30 kilogram (per tundun) dan dengan harga jual 150 sampai 250 ribu rupiah.&#8221; Katanya.</p>
<p>Atas perolehan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto sangat senang dan mengapresiasiasinya.</p>
<p>Hal itu dia ucapkan saat melakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba pada Senin (9/3/2020).</p>
<p>&#8220;Saya berharap buah yang menjadi pemenang lomba buah unggulan ini bisa dikembangkan keberadaan dan populasi tanamannya. Serta bisa menjadi keunggulan dan nilai lebih tersendiri di pasaran. Lapak Petani bisa menjadi sarana pemasarannya.&#8221; Kata Supriyanto dilansir dari laman humas.cilacapkab.go.id.</p>
<p>Supriyanto juga menambahkan bahwa potensi kecamatan Kampung Laut sebagai penghasil buah cukup besar dan saat ini selain pisang juga sedang dikembangkan oleh masyarakat setempat tanaman jeruk yang luasannya mencapai 60 ha.</p>
<p>&#8220;Kesuburan lahan di Kampung Laut sangat mendukung karena berupa tanah sedimen yang potensial untuk pengembangan budidaya pertanian.&#8221; Tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan bahwa label alpukat dataran rendah serta Kabupaten Cilacap sebagai produsen pisang adalah icon yang bisa dipakai sebagai modal pengembangan komoditas alpukat dan pisang.</p>
<p>&#8220;Selama ini alpukat dikenal banyak tumbuh dan berkembang di daerah dengan elevasi menengah-tinggi, misalnya di Bandungan Kabupaten Semarang, maka dengan munculnya alpukat Kabupaten Cilacap sebagai Juara I dapat dijadikan label alpukat dataran rendah.</p>
<p>Terlebih lagi kemenangan buah alpukat Kabupaten Cilacap ini merupakan kemenangan untuk yang kedua kalinya, setelah pertengahan tahun 2017 lalu alpukat Cilacap juga pernah menjadi juara I pada lomba yang sama, jelas Supriyanto.</p>
<p>Seperti diketahui bahwa Kabupaten Cilacap sebagai produsen buah pisang serta olahan pisang (sale pisang) sudah diakui oleh banyak pihak. Dengan menjadi Juara I lomba pisang, Kabupaten Cilacap tentunya semakin diperhitungkan pula sebagai Kabupaten Pisang.</p>
<p>Proses untuk mengarah ke tujuan ini masih memerlukan beberapa tahapan. Pengajuan uji varitas serta penamaan ke BPSB dan juga pengajuan sertifikasi merupakan beberapa tahapan yang masih harus dilalui untuk bisa diakui sebagai varian buah unggul secara resmi. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Peresmian Saung Tani, Babinsa, PPL dan Gapoktan Do&#8217;a Bersama Sambut Musim Panen</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-23428/peresmian-saung-tani-babinsa-ppl-dan-gapoktan-doa-bersama-sambut-musim-panen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 09:24:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-23428/peresmian-saung-tani-babinsa-ppl-dan-gapoktan-doa-bersama-sambut-musim-panen</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO &#8211; Penantian panjang para petani di Desa Sidasari Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap kini terwujud dengan dibangunnya Saung Tani dan Pos Penyuluhan desa. Tempatnya Berlokasi di hamparan sawah Bengkok yang ada di desanya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Penantian panjang para petani di Desa Sidasari Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap kini terwujud dengan dibangunnya Saung Tani dan Pos Penyuluhan desa. Tempatnya Berlokasi di hamparan sawah Bengkok yang ada di desanya.</p>
<p>Sebagai Wujud rasa syukur tersebut diwujudkan dalam Doa Bersama untuk menyambut musim panen. Kegiatan ini juga diresmikan sebagai tempat berkumpul para petani oleh Kepala Desa Sidasari Sarifudin SH, Kamis (5/3/20).</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Kelompok Tani yang ada di desa Sidasari. Tampak hadir pula Babinsa Sidasari Sertu Marhadi bersama Saryo selaku Koordinator PPL Sampang, Babinkamtibmas Aiptu Eling, Wakil Ketua BPD Desa Sidasari Latif, Ketua Gapoktan Restu Jaya Desa Sidasari beserta para Ketua Kelompok Tani Desa Sidasari.</p>
<p>Kepala Desa Sidasari Sarifudin SH mengungkapkan, para petani didesa ini telah lama mengidam-idamkan mempunyai tempat untuk berkumpul dan dengan berdirinya saung ini, dia dan seluruh warganya sangat bersyukur karena tempat yang diidamkan, kini telah berdiri dan siap digunakan baik sebagai tempat pertemuan maupun bisa juga sebagai tempat penyuluhan kepada para petaninya. </p>
<p>&#8220;Saya sangat bersyukur ketika melihat Saung Tani ini berdiri dan bisa segera untuk dipergunakan sebagai tempat pertemuan maupun tempat penyuluhan pertanian di Desa Sidasari terutama kepada Gapoktan Restu yang ada di Desa Sidasari ini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu selaku koordinator PPL Sampang, Saryo mengharapkan setelah di resmikan Saung Tani ini bisa digunakan sebaik-baiknya sebagai tempat untuk berkoordinasi maupun pertemuan antar kelompok tani Desa Sidasari agar nantinya petani didesa ini semakin modern dan maju khususnya hasil pertaniannya. Dia dan Babinsa akan selalu memberikan penyuluhan, petunjuk dan arahan sehingga hasil pertanian meningkat.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan namanya, saung ini di jadikan sebagai balai pertemuan kelompok tani desa Sidasari  untuk membahas segala hal terkait kegiatan pertanian mulai dari pembahasan pra tanam seperti pembahasan RDKK Pupuk bersubsidi, pengolahan tanah, musim tanam, panen dan pasca panen,&#8221; ucapnya. </p>
<p>Ditempat yang sama, Babinsa Sertu Marhadi menambahkan, secara langsung saung ini juga menjadi sarana petani untuk terus belajar bersama guna meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pertaniannya. Saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengolah sawahnya dan bagi penyuluh pertanian pun juga akan lebih mudah untuk mengumpulkan dan memberikan penyuluhan kepada petani, terutama untuk kegiatan Sekolah Lapang (SL) bagi petani.</p>
<p>&#8220;Walaupun saung tani ini sederhana, tetapi ini memiliki manfaat yang besar bagi kelompok tani. Untuk itu, mari kita rawat dengan baik saung ini dan kita gunakan sebagai tempat untuk kemajuan pertanian khususnya di desa Sidasari ini,&#8221; pungkasnya. (* / Pendim Cilacap)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kisah Kopi Robusta Cilumping Dayeuhluhur, Hingga Mewakili Pameran di Jerman</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-22524/kisah-kopi-robusta-cilumping-dayeuhluhur-hingga-mewakili-pameran-di-jerman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2020 13:07:25 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Robusta Cilumping]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-22524/kisah-kopi-robusta-cilumping-dayeuhluhur-hingga-mewakili-pameran-di-jerman</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO &#8211; Desa Cilumping, suatu wilayah di ujung paling baratnya Cilacap dan paling ujung utaranya Kecamatan Dayeuhluhur.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Desa Cilumping, suatu wilayah di ujung paling baratnya Cilacap dan paling ujung utaranya Kecamatan Dayeuhluhur.</p>
<p>Satu Desa di Dayeuhluhur Cilacap yang wilayah utaranya lagi sudah berbatasan dengan Kuningan Jawa Barat, inilah Desa Cilumping.</p>
<p>Letak dan jaraknya diperkirakan 50 kilometer dari Mergo (Jalur Utama Lintas Selatan Cilacap &#8211; Banjar Pataruman Kota Banjar Jawa Barat).</p>
<p>Wilayah ini benar-benar terletak di pegunungan Dayeuhluhur Cilacap dimana desa Cilumping ini mempunyai iklim dengan kelembapan cukup dingin.</p>
<p>Meski terletak di suatu desa yang terbilang tidak banyak dikenal oleh banyak orang, namun hasil perkebunan di desa tersebut mampu merambah hingga eropa. Hasil perkebunan itu ialah Tanaman Kopi jenis Robusta.</p>
<p>Tanaman Kopi Robusta Cilumping tersebut merupakan kopi robusta dengan kualitas terbaik yang ditanam dengan perawatan yang baik juga.</p>
<p>Adapun perawatan itu dilakukan oleh masyarakat setempat seperti dilakukan pemupukan dan perawatan yang rutin.</p>
<p>Di desa Cilumping Dayeuhluhur Cilacap ini terdapat beberapa kelompok Organisasi Tani, dimana mereka menghasilkan kopi berkualitas dengan berbagai branded.</p>
<p>Imam Hamidi Antassalam, Pegiat Literasi dan juga Anggota Banom NU (Nahdlatul Ulama) dari Lesbumi NU Majenang Cilacap yang merupakan petani kopi cilumping mengatakan. di Cilumping sudah ada homeindustry untuk mengolah biji-biji kopi robusta yang dipetik dari Perkebunan Kopi Cilumping.</p>
<p>&#8220;Penduduk Cilumping menanam bibit-bibit kopi dan melakukan perawatan rutin di lahan seluas 300 hektare.&#8221; Ucap Pria yang kerap disapa Gus Iha ini, Senin (10/2).</p>
<p>Menurutnya, jika tanaman kopi sedang berbunga, aroma dan harumnya bunga kopi robusta cilumping bisa tercium di kawasan tersebut jika orang melintasi wilayah itu.</p>
<h2>Bersinarnya Kopi Cilumping Dayeuhluhur Bermula</h2>
<p>Kisah bersinarnya kopi Cilumping tersebut bukannya dilalui dengan mudah, melainkan dengan proses.</p>
<p>Imam Hamidi menerangkan, ada pepatah yang mengatakan tentang selera dan rasa, bahwasanya &#8220;Rasa Tidak Akan Pernah Berbohong&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bermula dari biji kopi yang digiling (diproduksi) yang kemudian dipasarkan di area lokal, hingga kemudian merambah ke luar kota. Cita rasa dari kopi Cilumping ini kemudian digemari dan mulai dilirik Eropa.&#8221; Kata Imam Hamidi.</p>
<p>Masih lanjutnya, berawal dari mewakili indonesia di kancah dunia yang digelar di Jerman pada tahun 2019 lalu.</p>
<p>&#8220;Saat itu di Hamburg, tengah menggelar pameran Coteca Expo, sedangkan Coteca ini adalah kependekan dari Coffee, Tea and Cocoa.&#8221; Jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kala Harga Buah Naga Murah, Melon Golden Kini Alternatif Pengganti</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-22241/kala-harga-buah-naga-murah-melon-golden-kini-alternatif-pengganti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2020 10:41:19 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-22241/kala-harga-buah-naga-murah-melon-golden-kini-alternatif-pengganti</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO &#8211; Musim hujan tiba pada desember 2019 kemarin, pohon Buah Naga mulai trubus bunga hingga menjadi Buah masak yang siap dipetik dan dijual.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Musim hujan tiba pada desember 2019 kemarin, pohon Buah Naga mulai trubus bunga hingga menjadi Buah masak yang siap dipetik dan dijual.</p>
<p>Kala musim buah naga tiba dan siap petik untuk dijual, Namun harga buah naga justru kian anjlok. Dugaan anjloknya buah naga tersebut dinilai karena virus corona.</p>
<p>Pasalnya buah naga yang siap jual itu juga diekspor ke china, namun di china sedang mewabah terkait kasus coronavirus.</p>
<p>Sehingga ekspor ke china diberhentikan dan harga nya pun kian anjlok. Bahkan harganya berada di 5 ribu rupiah per kilogram nya, Benarkah?</p>
<p>Pada tahun lalu saja, saat belum munculnya penyakit coronavirus, buah naga harganya sudah anjlok hingga di bawah 2 ribu rupiah per kilonya.</p>
<p>Merosotnya harga buah naga ini, membuat para petani beralih ke buah lainnya, salah satunya yakni melon golden.</p>
<p>Harga buah naga di pasar perkilonya mencapai 5 sampai 7 ribu perkilo. Namun Melon Golden bisa mencapai 20 rupiah per kilogram nya.</p>
<p>Melon Golden memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Sedangkan dinamakan melon golden karena warna melon tersebut warnanya ke kuning-kuningan tidak seperti melon yang biasanya yang diketahui berwarna hijau.</p>
<p>Pada melon jenis ini, harga jual pada melon golden kelas bawah saja bisa dijual seharga 5000 rupiah per kilo, sedangkan 1 buah melon golden bisa 1,5 &#8211; 2 kilo beratnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
