<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Suhu &#8211; Jurnal Online</title>
	<atom:link href="https://jurnal.cilacap.info/tag/suhu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2020 03:46:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/jurnal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Suhu &#8211; Jurnal Online</title>
<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Inspirasi Berkarya</description>
</image>
	<item>
		<title>Suhu Panas di Indonesia Hampir Seperti di Arab ini Kata BMKG</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-18694/suhu-panas-di-indonesia-hampir-seperti-di-arab-ini-kata-bmkg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 22:21:12 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Suhu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-18694/suhu-panas-di-indonesia-hampir-seperti-di-arab-ini-kata-bmkg</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Suhu atau hawa panas melanda sejumlah wilayah di indonesia Bahkan hampir setara dengan musim panas di saudi arabia. Fenomena ini entah karena penyebab peralihan musim dari kemarau ke penghujan atau karena faktor lain. Diketahui, awal hingga pertengahan musim kemarau, cuaca di indonesia malah dingin.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Suhu atau hawa panas melanda sejumlah wilayah di indonesia Bahkan hampir setara dengan musim panas di saudi arabia. Fenomena ini entah karena penyebab peralihan musim dari kemarau ke penghujan atau karena faktor lain. Diketahui, awal hingga pertengahan musim kemarau, cuaca di indonesia malah dingin.</p>
<p>Fenomena ini berdasarkan informasi dari BMKG, bahwa Beberapa stasiun pengamatan BMKG mencatat suhu udara maksimum dapat mencapai 37 C sejak tanggal 19 Oktober lalu.</p>
<p>Bahkan pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi. Yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C. </p>
<p>Suhu di atas merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 C.</p>
<p>Stasiun &#8211; stasiun meteorologi yang berada di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara mencatatkan. Bahwa suhu udara maksimum terukur berkisar antara 35 C &#8211; 36.5 C pada periode 19 &#8211; 20 Oktober 2019.</p>
<h2>Penyebab Suhu Panas</h2>
<p>Berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari. Seperti yang kita ketahui pada bulan September, Matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember.</p>
<p>Sehingga pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dsb). Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak.</p>
<p>Sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari. Selain itu pantauan dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering. Sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari.</p>
<p>Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara.</p>
<p>Gerak semu matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
