<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos TurnBackHoax &#8211; Jurnal Online</title>
	<atom:link href="https://jurnal.cilacap.info/tag/turnbackhoax/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2020 10:54:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/jurnal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos TurnBackHoax &#8211; Jurnal Online</title>
<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Inspirasi Berkarya</description>
</image>
	<item>
		<title>Pembuat Virus Corona di Tangkap FBI Ternyata Hoax</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-25292/pembuat-virus-corona-di-tangkap-fbi-ternyata-hoax</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2020 18:21:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[TurnBackHoax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-25292/pembuat-virus-corona-di-tangkap-fbi-ternyata-hoax</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Beredar viral terkait seorang profesor ditangkap FBI karena sebagai pembuat virus corona, ternyata kabar itu adalah tidak benar alias hoax.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Beredar viral terkait seorang profesor ditangkap FBI karena sebagai pembuat virus corona, ternyata kabar itu adalah tidak benar alias hoax.</p>
<p>Setelah ditelusuri, narasi itu diketahui berasal dari pemilik Akun Timothy Simamora. Akun tersebut mengatakan di akun media sosialnya. Bahwa FBI Mengumumkan Penangkapan Profesor Harvard dan Ketua Biologi Kimia.</p>
<p>Mereka Tertangkap ketika Bekerja dengan Universitas Cina di Wuhan, Cina. Ia juga memposting video berdurasi 2 menit 20 detik yang berisi konferesi pers FBI. Yakni terkait penangkapan Profesor Kimia Biologi dari Universitas Harvard dengan dua orang warga negara China.</p>
<p>Disebutkan pula dalam narasi Timothy Simamora, bahwa orang-orang yang ditangkap tersebut bekerja untuk perguruan tinggi di Wuhan, China. Postingan Facebook tersebut sudah dibagikan 155 kali dan 105 penyuka.</p>
<h2>Penelusuran Tim Cek Fakta terkait Pembuat Virus Corona</h2>
<p>Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa ketiga orang yang ditangkap dengan kasus yang berbeda. Hal itu diketahui setelah melakukan penelusuran dengan mesin pencari &#8220;FBI Arrested Harvard Professor.&#8221;</p>
<p>Dari hasil pencarian, ditemukan informasi resmi pada 28 Januari 2020 dari Departemen Kehakiman AS mengenai penangkapan Charles Lieber. Menurut Departemen Kehakiman, Charles Lieber dan dua warga negara Cina, Yanqing Ye dan Zaosong Zheng, didakwa dalam tiga kasus yang berbeda. Dan mereka tidak terkait dengan perguruan tinggi di Wuhan.</p>
<p>Dalam dakwaannya, justru Charles Lieber didakwa akibat membuat pernyataan salah dan data fiktif serta pemalsuan visa. Sedangkan warga Negara China didakwa akibat menyeludupkan 21 vial bahan penelitian biologi ke dalam kaus kaki dan membuat data fiktif serta pernyataan palsu.</p>
<p>Sehingga informasi mengenai penangkapan profesor dari Universitas Harvard dan dua warga China menyesatkan. Padahal dalam kasusnya ketiganya ditangkap dengan beda kasus.</p>
<p>Lieber dikaitkan dengan COVID-19 dan sebagai biang pembuat Virus Corona hanya karena kebetulan bekerja di sebuah universitas di Wuhan. Dimana kota tersebut merupakan kota pertama munculnya virus Corona.</p>
<p>Departemen Kehakiman Amerika telah membantah, bahwa mereka mendakwa Lieber atas tuduhan telah terlibat dalam pembuatan COVID-19. Jadi informasi yang diunggah akun Facebook Timothy Simamora merupakan sesat, dan masuk kategori Misleading Content atau konten yang menyesatkan.</p>
<p style="text-align: right!">Sumber : <a href="https://turnbackhoax.id/2020/04/03/salah-terlibat-pembuatan-covid-19-di-china-fbi-menangkap-profesor-harvard/" rel="noopener" target="_blank">Turnbackhoax.id</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>PDP (Pasien Dalam Pengawasan) belum Tentu Positif Corona</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-24399/pdp-pasien-dalam-pengawasan-belum-tentu-positif-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2020 18:45:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cek Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[TurnBackHoax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-24399/pdp-pasien-dalam-pengawasan-belum-tentu-positif-corona</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Kenali istilah ODP dan PDP agar tidak menyebarkan isu yang belum jelas terkait Coronavirus.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kenali istilah ODP dan PDP agar tidak menyebarkan isu yang belum jelas terkait Coronavirus.</p>
<p>Baru-baru ini tersiar kabar bahwa seorang wanita berusia 13 tahun dikabarkan meninggal karena corona. Wanita tersebut merupakan santriwati di pondok pesantren.</p>
<p>Hal ini tentunya meresahkan apalagi bagi pihak keluarga yang ditinggalkan, di sinilah perlunya media sosial dan media online untuk mengedukasi masyarakat.</p>
<p>Jadibukan hanya sekedar ikutan viral dan trending, sehingga masa bodo dan tidak perduli Bahkan meresahkan.</p>
<p>Kelakar para pemilik akun media sosial pun mustinya harus mengedukasi dan tidak hanya kejar viral dan isu yang membuat panik masyarakat.</p>
<p>Jika masyarakat komentar maka kalian tidak akan digubris oleh para pemilik media sosial karena mereka hanya share kehebohan, viral, isu dan iklan.</p>
<p>Begini keterangan terkait ODP, ODP adalah kependekan dari Orang Dalam Pengawasan, sedang PDP (Pasien Dalam Pengawasan).</p>
<p>ODP dilakukan kepada seseorang agar orang tersebut terpantau dan diawasi, hal ini bisa karena orang tersebut datang dari luar kota dan harus menjalani masa isolasi selama 14 hari.</p>
<p>Sedangkan PDP adalah Pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit, pasien tersebut memang datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena penyakit yang dialaminya. Jadi belum tentu PDP dinyatakan positif pasalnya positif atau tidaknya harus menunggu hasil dari LAB.</p>
<p>Di Cilacap yang dinyatakan Positif hingga kini ada 2 Orang, satu balita dan satu lagi merupakan pria berusia 60&#8217;an.</p>
<p>Adapun terkait santri, begini penjelasan tetangga almarhum. &#8220;Banyak yang hoak sekarang, di sebelah rumahku kemaren perempuan usia 13 tahun, dia dulu tinggal di pondok, dan meninggal kemaren jum&#8217;at tanggal 27 maret 2020. Diberitakan terkena virus corona. Padahal dia sakit dan belum ada status terjangkit virus. Tapi pemberitaan di fb, dia terkena virus corona. Harusnya nunggu hasil dulu baru bisa memberitakan. Jadi kaya menakut-nakuti masyarakat cilacap.&#8221; Ungkap tetangga Almarhum.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hoaks: Viral di Media Sosial, Seorang Bayi Menganjurkan Makan Telur Rebus untuk Cegah Corona</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-24272/hoaks-viral-di-media-sosial-seorang-bayi-menganjurkan-makan-telur-rebus-untuk-cegah-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2020 02:50:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Anti Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[TurnBackHoax]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-24272/hoaks-viral-di-media-sosial-seorang-bayi-menganjurkan-makan-telur-rebus-untuk-cegah-corona</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Tengah ramai di media sosial bahwa seorang bayi bisa bicara agar merebuskan telur malam-malam sebelum pukul 24 atau jam 12 malam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tengah ramai di media sosial bahwa seorang bayi bisa bicara agar merebuskan telur malam-malam sebelum pukul 24 atau jam 12 malam.</p>
<p>Bahkan, konon video tersebut telah diketahui tidak hanya di indonesia melainkan juga malaysia dan China.</p>
<p>Ternyata hal itu adalah hoax, seperti yang dipublish dalam fanpage facebook Indonesia Hoaxes.</p>
<blockquote><p>Maaf jika belakangan ini kami agak ngegas karena memang semenjak kabar terkait virus Corona atau COVID-19 ramai diperbincangkan, dalam waktu singkat kami harus kerja ekstra men-debunk isu-isu terkait virus tersebut, dari yang serius hingga &#8216;nyeleneh&#8217; (seperti &#8220;makan telur rebus jam 12 malam untuk mencegah virus corona&#8221; misalnya).</p>
<p>Setidaknya dalam sehari kami mendapat 20+ pesan masuk yang isinya berupa request untuk cek fakta hingga debunk suatu isu.</p>
<p>Memang hoax &#8220;bayi bisa ngomong menyuruh orang-orang makan telur rebus&#8221; dan &#8220;tunjangan selama lockdown&#8221; terkesan &#8216;nyeleneh&#8217;, tapi melihat banjirnya request terkait kedua hal tersebut membuat kami kewalahan.</p></blockquote>
</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
