<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Wanita &#8211; Jurnal Online</title>
	<atom:link href="https://jurnal.cilacap.info/tag/wanita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Apr 2021 17:52:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/jurnal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Wanita &#8211; Jurnal Online</title>
<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Inspirasi Berkarya</description>
</image>
	<item>
		<title>INDONESIA ANTI FEMINISME</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-38144/indonesia-anti-feminisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jurnalisme Warga]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 15:07:42 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Fenimisme]]></category>
		<category><![CDATA[Kesetaraan Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-38144/indonesia-anti-feminisme</guid>

					<description><![CDATA[Gerakan feminism merupakan serangkaian ideology dan gerakan sadar yang bertujuan melawan ketidakadilan yang menimpa perempuan. Gerakan feminism di Barat dan di Indonesia tentu berbeda.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gerakan feminism merupakan serangkaian ideology dan gerakan sadar yang bertujuan melawan ketidakadilan yang menimpa perempuan. Gerakan feminism di Barat dan di Indonesia tentu berbeda.</p>
<p>Di Indonesia lebih bersifat kultural yaitu pada tahap awal lebih mengarah kepada usaha – usaha memajukkan pendidikan dan sebagai upaya melawan penjajahan Belanda dan Jepang dengan kesadaran nasional.</p>
<p>Feminism di Indonesia melibatkan nama Kartini sebagai pencetus gerakan emansipasi pada masanya. Kartini yang merasa bahwa perempuan bukan hanya sekedar objek pingitan yang tidak layak bersekolah.</p>
<p>Gerakan feminism di Indonesia muncul sejak zaman prakolonial sampai era reformasi yang dipengaruhi oleh globalisasi, reformasi, pembangunan nasional dan kehidupan religious masyarakat.</p>
<p>Kampanye feminism di Indonesia merupakan bentuk usaha sadar menuju perubahan sosial yang lebih baik dalam pemenuhan hak-hak perempuan.</p>
<p>Banyak gerakan feminism di Indonesia yang telah berkembang selama setahun terakhir ini. Perkembangan ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia semakin berperan aktif dalam berbagai bidang di antaranya pemerintahan, dunia usaha, organisasi-organisasi sosial, politik, pendidikan, seni budaya, olahraga, komunikasi, dan lain-lain.</p>
<p>Namun akhir-akhir ini bermunculan hastag anti feminism atau Indonesia anti feminism. Pemikiran seperti ini muncul dirasa sebagai kurangnya pemahaman mereka dalam memaknai feminism.</p>
<p>Perempuan bukanlah penghalang untuk kemajuan bangsa. Perempuan bukan hanya sebagai cadangan atau pendukung. Perempuan hadir bukan hanya sebagai pelengkap kehidupan laki-laki. Perempuan mempunyai hak – hak nya atas kehidupan di muka bumi ini. Feminism di Indonesia hadir untuk memperjuangkan kesetaraan tersebut.</p>
<p>Indonesia sebagai negara berideologi Pancasila yang mengakui kuasa Tuhan tertera pada sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa menunjukkan sebagai bangsa yang memegang nilai – nilai religious dalam setiap aspek kehidupan. Islam merupakan agama yang mayoritas dianut oleh rakyat Indonesia. Ajaran islam baik yang tercantum dalam Al-Qur’an dan hadis sangat kaya akan prinsip – prinsip keadilan, kebebasan, dan kesetaraan.</p>
<p>Kelompok yang menyatakan anti feminism ini menganggap bahwa gerakan feminism di Indonesia hanya terpengaruh oleh barat dan tidak sejalan dengan nilai – nilai ajaran islam. Mereka menjadikan islam sebagai alasan utama persoalam anti gerakan feminism di Indonesia. Mereka menganggap bahwa gaya yang terlalu sekuler dan bebas tidak bisa diterapkan dalam islam. Padahal pandangan tersebut tidak semuanya benar.</p>
<p>Jika dilihat dari sudut pandang islam, pada esensinya nilai – nilai keislaman sangat akomodatif terhadap semangat dan gagasan emansipasi. Hanya saja karena feminism ini berangkat dari barat sehingga ketika gerakan feminism digauangkan di Indonesia dianggap kebarat – baratan, liberal dan tidak islami. Jadi sebenarnya tidak harus mempermasalahkan kedua hal yang tidak seharusnya dikontradiksikan,yang malah akan membuahkan kebingungan.</p>
<p>Karena itu, yang diperlukan sekarang adalah cara mensosialisasikan gerakan feminsme atau kesetaraan ini dengan cara – cara yang lebih tepat dan kultural yang menempatkan laki – laki dan perempuan sebagai manusia yang setara, yang sama – sama memiliki tugas kemanusiaan dan memiliki hak yang sama tanpa harus melihat jenis kelamin.</p>
<p>Tentunya dengan gerakan yang nantinya tidak menimbulkan ancaman atau dekadensi moral misalnya dekonstruksi ajaran – ajaran agama yang membicarakan persoalan hubungan relasi antara laki – laki dan perempuan.</p>
<p><strong>Oleh : Rinda Rachmawati, S.Pd</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-wanita-pegang-bunga-mawar.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi wanita pegang bunga mawar]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-wanita-pegang-bunga-mawar-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi wanita pegang bunga mawar]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sebuah Studi Jurnal Online Menemukan Artikel Menarik Terkait Keperawanan Tidak Penting</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-30734/sebuah-studi-jurnal-online-menemukan-artikel-menarik-terkait-keprawanan-tidak-penting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 14:33:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Female]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-30734/sebuah-studi-jurnal-online-menemukan-artikel-menarik-terkait-keprawanan-tidak-penting</guid>

					<description><![CDATA[Jurnal Online menemukan artikel menarik di jejaring sosial Quora.com pada hari ini, Minggu (9/08/2020). Yakni tentang artikel keperawanan wanita yang ditulis oleh akun bernama Narpati Wisjnu Ari Pradana.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jurnal Online menemukan artikel menarik di jejaring sosial Quora.com pada hari ini, Minggu (9/08/2020). Yakni tentang artikel keperawanan wanita yang ditulis oleh akun bernama Narpati Wisjnu Ari Pradana.</p>
<p>Dalam statusnya itu, dia memulai tulisannya itu dengan judul : Mengapa keperawanan di Barat tidak penting?</p>
<p>Mengawali teks yang ia bagikan, akun tersebut bercerita tentang Keperawanan dalam Islam. Menurutnya keperawanan di dalam Islam juga tidak penting. Berikut artikel lengkap dan menariknya:</p>
<p>Keperawanan di Islam juga tidak penting. Terbukti Rasulullah menikahi janda-janda.</p>
<p>Tradisi mempedulikan keperawanan adalah tradisi Yahudi, di mana pengantin baru akan diperiksa sprei-nya setelah malam keperawanan. Saya tidak yakin Yahudi sekarang masih meneruskan tradisi ini.</p>
<p>Bagaimana di Islam? Tidak pernah ada cerita tentang tes keperawanan. Bahkan dalam kasus suami menuduh istri berzina, setelah mereka diceraikan setelah proses saling melaknat pun, si wanita pun tetap dianggap sebagai suci, bukan penzina.</p>
<p>Saya kutip dari Menuduh Istri Selingkuh yang dibahas situs Almanhaj (ini terkenal sebagai situs Salaf yang konservatif)</p>
<p>1. Keduanya terbebas dari jeratan hukum, baik hukuman sebagai penuduh zina (Haddul Qâdzif) atau hukuman zina. Ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’aladalam surat an-Nûr ayat 6-9.</p>
<p>2. Wanita tersebut tidak boleh dituduh berzina untuk yang kedua kali dan tidak boleh dikatakan ia telah berzina setelah proses mulâ’anah. Demikian juga anaknya tidak boleh disebut anak zina.</p>
<p>Ingat juga bahwa mempertanyakan keperawanan seorang wanita berarti ia menuduh wanita itu berzina (qadzaf) dan dalam Islam, tak bisa mendatangkan 4 saksi berarti bakal dicambuk balik.</p>
<p>Jadi, saya harus bertanya buat para pria yang mempermasalahkan keperawanan. &#8220;Agama anda apa sih?&#8221;. Kalau agama anda Yahudi maka baiklah, saya tak perlu ikut campur.</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Tentang tradisi Yahudi dan Keperawanan bisa dibaca (dalam Bahasa Inggris) di Virgin Brides, Premarital Sex, and Jewish Patriarchal Ownership of Female Bodies</p>
<p>UPDATE (terkait zina):
Tampaknya ada yang menyambungkan keperawanan dengan zina. Jawabannya adalah, tidak ada hubungan langsung antara keperawanan dengan zina.</p>
<p>Jangan rancu antara &#8220;perawan&#8221; dengan &#8220;suci&#8221;.</p>
<p>wanita yang diperkosa itu tidak perawan tetapi suci!
wanita menikah itu tidak perawan tetapi suci!
wanta yang diceraikan oleh suaminya, tidak terbukti berzina, tidak perawan tetapi suci.
Selain itu, selaput perawan atau hymen, juga bisa koyak walaupun tanpa hubungan seks seperti kecelakaan atau karena olahraga seperti berkuda atau sepeda.</p>
<p>Selain itu, bentuk selaput keperawanan bukanlah dinding penuh yang baru akan koyak setelah dimasuki benda asing (seperti kemaluan laki-laki). Bentuknya menempel di pinggir. Jadi ada kasus di mana seorang wanita tetap perawan walaupun sudah melakukan hubungan seks. Apalagi kalau hubungan seks itu tidak melibatkan vagina seperti dry humping, oral sex, atau Bahkan anal sex.</p>
<p>Lalu terkait zina sendiri, ada beberapa prinsip di Islam:</p>
<p>1. diwajibkan untuk selalu berprasangka baik. Bahkan berada berdua dengan lawan jenis sendirian di kamar bukanlah bukti kuat untuk zina dalam Islam (ingat cerita Yusuf alaihi salam dan Zulaikha)!</p>
<p>2. Bahkan sikap Nabi saat ada sahabat yang ingin dihukum adalah Nabi selalu berusaha menimbulkan keraguan, agar tak perlu ada penerapan hukum, sesuai kaidah الحدود تُدرأ بالشبهات (al-Hudūd Tudra&#8217;u bi as-Syubuhat — &#8220;hukum hudud bisa digugurkan dengan keraguan&#8221;). Hanya karena dipaksa oleh sahabat tersebut, Nabi akhirnya menjalankan hukuman!</p>
<p>3. Umar ibn Khattab melarang seorang ayah menceritakan pada calon menantunya bahwa anaknya pernah berzina.</p>
<p>Ustadz Ammi Nur Baits, dalam Konsultasi Syariah, mengutip hadits dalam Muwatha:</p>
<p>مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ</p>
<p>&#8220;Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.&#8221; (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508)</p>
<p>sumber: Jangan Ceritakan Dosa Zina Kepada Siapapun Sampai Mati! KonsultasiSyariah.com</p>
<p>Ustadz Buya Yahya pun juga berpandangan sama dengan Ammi Nur Baits bahwa zina tidak perlu diceritakan Bahkan kepada suaminya (walau untuk yang ini saya tak sepakat, menurut saya keterbukaan pada calon tetap perlu, atau setidaknya test lah apakah membawa penyakit menular seksual sebelum menikah).</p>
<p>Jadi saya tetap berpegang bahwa Islam tidak mementingkan keperawanan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-wanita-pegang-bunga-mawar.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi wanita pegang bunga mawar]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-wanita-pegang-bunga-mawar-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi wanita pegang bunga mawar]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
