<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Yogyakarta &#8211; Jurnal Online</title>
	<atom:link href="https://jurnal.cilacap.info/tag/yogyakarta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Sep 2020 13:23:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/jurnal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Yogyakarta &#8211; Jurnal Online</title>
<link>https://jurnal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Inspirasi Berkarya</description>
</image>
	<item>
		<title>Waspada Lur! Gelombang Tinggi 4 Meter Berpotensi Terjadi 3 Hari Kedepan di Perairan Selatan Jawa</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-32196/waspada-lur-gelombang-tinggi-4-meter-berpotensi-terjadi-3-hari-kedepan-di-perairan-selatan-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2020 13:23:23 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Garut]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[Purworejo]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasikmalaya]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-32196/waspada-lur-gelombang-tinggi-4-meter-berpotensi-terjadi-3-hari-kedepan-di-perairan-selatan-jawa</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Jurnal Online">JURNAL ONLINE &#8211; Keeksotisan Cilacap, Kebumen, Purworejo, Pangandaran dalam hal traveling, yakni salah satunya adalah pantai. di Cilacap misalnya ada Teluk Penyu yang banyak dikenal oleh masyarakat baik lokal maupun luar daerah, Bahkan dipopulerkan melalui tembang Campursari oleh Almarhum Didi Kempot.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">JURNAL ONLINE</a></strong> &#8211; Keeksotisan Cilacap, Kebumen, Purworejo, Pangandaran dalam hal traveling, yakni salah satunya adalah pantai. di Cilacap misalnya ada Teluk Penyu yang banyak dikenal oleh masyarakat baik lokal maupun luar daerah, Bahkan dipopulerkan melalui tembang Campursari oleh Almarhum Didi Kempot.</p>
<p>Kebumen juga demikan, ada pantai Menganti, Petanahan, begitu juga Purworejo. Diketahui, bahwa perairan selatan ini meliputi sejumlah wilayah dari mulai D.I.Y. (Daerah Istimewa Yogyakarta), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Untuk wilayah Jawa Barat, Sukabumi, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Pangandaran memiliki pantai yang juga kerap dikunjungi wisatawan.</p>
<p>Pangandaran misalnya, pantai ini pun cukup di kenal, di tambah lagi dipopulerkan melalui lagu yang dibawakan oleh Doel Sumbang.</p>
<p>Oleh sebab itu, maka Jurnal Online ingin memberikan informasi terkait Prakiraan Gelombang Tinggi di Wilayah Perairan Selatan Jawa.</p>
<p>Berdasarkan rilis Stasiun meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, bahwa Minggu 20 September 2020 s/d Selasa 22 September 2020 potensi gelombang tinggi diwilayah perairan selatan jawa berkisar 1 &#8211; 4 meter.</p>
<p>Kondisi tersebut juga dibarengi dengan tiupan angin dari Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan 4 &#8211; 25 knot.</p>
<p>Info demikian itu, harap diperhatikan. Adapun resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Himbauan pun diberikan agar masyarakat dan yang beraktivitas di perairan untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.</p>
<p>Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter). Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter).</p>
<p>Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter). Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).</p>
<p>&#8220;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.&#8221; Tegas BMKG.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cuaca Panas Ekstrem 3 Hari Kedepan Fix Hoax</title>
		<link>https://jurnal.cilacap.info/ci-18728/cuaca-panas-ekstrim-3-hari-kedepan-fix-hiac</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Oct 2019 22:23:44 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jurnal.cilacap.info/ci-18728/cuaca-panas-ekstrim-3-hari-kedepan-fix-hiac</guid>

					<description><![CDATA[Yogyakarta,  aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO &#8211; Beredar viral di media sosial baik Facebook maupun melalui pesan singkat di Whatsapp tentang cuaca extreme 3 hari kedepan. Informasi tersebut adalah hoax berdasarkan pernyataan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mlati Yogyakarta.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta, <a href="https://jurnal.cilacap.info" aria-label="Jurnal Online">CILACAP.INFO</a> &#8211; Beredar viral di media sosial baik Facebook maupun melalui pesan singkat di Whatsapp tentang cuaca extreme 3 hari kedepan. Informasi tersebut adalah hoax berdasarkan pernyataan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mlati Yogyakarta.</p>
<p>Adapun pesan atau informasi hoax tersebut adalah berisi seperti berikut:</p>
<p>Untuk kawan-kawan semua, mulai besok sampai 3 hari ke depan di harapkan kurangi aktifitas di luar rumah. Karena cuaca panas extreme melanda Indonesia untuk 3 hari ke depan. Banyak minum air mineral dan multivitamin ya Bro. Temperatur panas extreme yang terbaca oleh deteksi satelit hari ini, adalah di daerah : Jakarta 38°C, Depok 38°C, Serang Banten 44°C, Bekasi 38°C, Tangerang 44°C, Jogjakarta 40°C, Malang 44°C, Solo 45°C, Madiun 39°C, Magelang 39°C, Purworejo 40°C, Madura 42°C.</p>
<p>Bali 45°C, Lombok 43°C, Riau 45°C, Pekanbaru 45°C, Batam 42°C, Makassar 43°C, Pare-pare dan bone 40°C Papua Nugini, nyaris mendekati 50°C. Daerah lain masih dalam pantauan mitigasi klimatologi NASA.</p>
<p>Jaga kesehatan, pola makan, dan banyak minum air ya, Kawan. Panas extreme pemicu dehidrasi, malaria, tifus, campak, dan pelemahan sel jaringan otak.</p>
<p>Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas, S.P., M.Si mengatakan. Bahwa informasi yang tersebar pada Rabu 23 oktober 2019 adalah fix hoax. &#8220;Berita tersebut adalah HOAX dan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.&#8221; Ucapnya saat siaran pers kemarin.</p>
<p>Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan di BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, suhu udara maksimum tanggal 22 dan 23 Oktober 2019 adalah 32 °C. Sedangkan Suhu maksimum selama 5 hari terakhir yaitu antara 31 36 °C. &#8220;Suhu 36°C juga terjadi pada tanggal 21 Oktober 2019 dan hari berikutnya hingga hari ini tanggal 23 Oktober 2019, tren suhu menunjukkan penurunan.&#8221; Kata dia.</p>
<p>Maka dari itu Reni Kraningtyas juga mengimbau kepada masyarakat dalam menghadapi masa pancaroba. Yakni agar Mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi, seperti angin kencang/putting beliung, hujan intensitas sedang-lebat yang bersifat local. &#8220;Waspadai kondisi cuaca yang berfluktuasi, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan.&#8221; Imbuhnya.</p>
<h2>BMKG Jogja berikan Tips untuk Mewaspadai Berita Hoax</h2>
<p>Maraknya berita hoax, ia juga memberikan wejangan kepada masyarakat terkait dalam menyikapi berita Hoax. Yaitu dengan cara Memastikan kebenaran berita tersebut dengan mengklarifikasi kepada instansi terkait yaitu BMKG. Salah satunya BMKG DIY, Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta.</p>
<p>&#8220;Juga kami mengimbau untuk tidak menyebarkan berita yang diterima sebelum memastikan berita tersebut adalah benar atau valid.&#8221; Kata Reni.</p>
<p>Reni juga mengatakan bahwa pihaknya membuka layanan terkait informasi cuaca 24 jam bisa melalui Call center atau melalui Whatsapp. &#8220;Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG DIY membuka layanan informasi cuaca 24 jam. Yaitu melalui: Call center 0274-2880151/52 dan WA 082242009760&#8221;. Tutupnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
