Kisah Yati, Wanita asal Cilacap yang Dirikan Restaurant Halal Food di Taiwan

cilacap info featured
cilacap info featured

Banyak pekerjaan rumah tangga jatuh pada putri tertua Yati. Yati ingat bahwa sebagai seorang anak, ia sering harus bangun jam lima pagi untuk menyiapkan sarapan di rumah, bersiap pergi ke sekolah jam enam, dan pergi ke sekolah jam tujuh, di mana ia menghabiskan pekerjaan rumah dan belajar.

Di bawah konsep tradisional pada saat itu, anak perempuan tidak perlu membaca terlalu banyak buku. Belajar bukanlah kondisi yang diperlukan untuk anak perempuan. Nenek Yati berpikir bahwa Yati tidak membaca terlalu banyak, terutama dengan begitu banyak anak dalam keluarga.

Nikmati sumber dayanya, tetapi Ibu Yati berpikir bahwa anak-anak dapat membaca setinggi mungkin, sehingga Yati dapat pergi ke sekolah menengah tanpa masalah. Bagi Yadi, kenangan masa kecilnya juga berkaitan dengan masakan ayahnya. Ayah memasak makanan yang baik, terutama tentang makanan laut.

Karena dia sudah lama hidup di laut, memasak makanan laut adalah upaya yang menakutkan bagi ayahnya. Banyak kenangan ayahnya dalam memasak, karena warisan dan kenangan keluarga, Yati telah tertarik untuk memasak sejak dia masih kecil.

Keluarga Yati menghabiskan hari yang biasa-biasa saja, tetapi ayah Yati meninggal di sekolah menengah Yatio, sehingga beban keluarga Yati jatuh pada ibunya, dan Ibu Yati membawa barang belanjaan. Pu menarik sembilan anak untuk tumbuh dewasa.

Setelah lulus dari Yatt High School, ia datang untuk bekerja di Jakarta, ibukota Indonesia. Karena Yatt High School adalah seorang mahasiswa akuntansi, ia melamar seorang akuntan di sebuah agen di Jakarta, dan pemilik agensi tersebut adalah suaminya saat ini.

Yati juga belajar bahasa Mandarin saat bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan agensi.Karena kebutuhan dari perusahaan agensi, ia perlu berkomunikasi dengan pelanggan perusahaan, jadi ketika ia berada di Indonesia, ia menggunakan dua bahasa pada saat yang sama.

Membuka restoran Indonesia bersertifikat Halal pertama di Kaohsiung

Setelah datang ke Taiwan, anak itu berangsur-angsur tumbuh. Yati mulai merasa bahwa perkembangan hidupnya memiliki lebih banyak kemungkinan. Dalam ingatan Yati, hasratnya untuk memasak tidak berkurang. Dengan memasak hidangan, dia juga bisa menghiburnya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait