Malam Lailatul Qadar Seperti Halnya Waliyullah yang Dirahasiakan

cilacap info featured
cilacap info featured

Terjemah bebas: “Dalam sebuah riwayat yang shahih (dikatakan): (Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diperlihatkan oleh Allah ta’ala usia-usia manusia sebelumnya. Seakan-akan usia umatnya menjadi semakin pendek, sehingga pencapaian amalnya tidak akan menyamai amal umat lainnya karena panjangnya usia [mereka]. Kemudian Allah ta’ala menganugerahi Nabi Muhammad Lailatul Qadar, yang [nilainya] lebih baik dari seribu bulan). Seribu bulan (kurang lebih setara dengan) delapan puluh tiga tahun tiga bulan.” (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, 2003, h. 166)

Artinya, Lailatul Qadar harus diperjuangkan. Tidak hanya dinantikan. Lailatul Qadar berbeda dengan lainnya. Ia pasti hadir di setiap bulan Ramadhan. Kehadirannya adalah hal yang pasti. Namun, apakah kita berhasil menemuinya atau tidak, itu soal lain. Bisa jadi kita sedang tidur ketika ia hadir! bisa jadi kita sedang bermaksiat ketika ia datang! bisa jadi kita sedang bertadarrus ketika ia tiba! bisa jadi kita sedang shalat malam ketika ia menyapa. yang jelas, ia pasti hadir di tengah-tengah kita. Soal kita berhasil mendapatkannya atau tidak, tergantung kita sendiri.

Karena itu, kita butuh bermandikan doa, berpeluh usaha, dan bersiram istiqimah. Kita harus bersiap diri menyambut kehadirannya! bersiap rasa menemui kedatangannya. Tanpa itu, kita akan menanti dalam kelalaian! menunggu dalam kelupaan. Semoga kita semua ditemui Lailatul Qadar dalam keadaan terbaik, dan menjadi manusia yang layak menerima hadiah dari Allah berupa Lailatul Qadar.

Sebagai penutup, kita perlu merenungi ucapan Sayyid Abdul Aziz al-Darani berikut ini:

عباد الله: إن شهر رمضان مضمار السابقين وغنيمة الصادقين، فيه تضاعف الأعمال وتحط الأوزار الثقال، وفيه يجاب السؤال ويغفر المستغفر ويقال، وفضائله فوق ما يقال فهو غرة الدهور ومصباح الشهور، ثم فيه ليلة القدر التي جعل الله عبادتها خيرا من عبادة ألف شهر

Terjemah bebas: “(Wahai) hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramdhan adalah gelanggang (perlombaan) orang-orang terdahulu dan ghanimah bagi orang-orang yang jujur. di dalamnya (pahala) amal-amal dilipat-gandakan, dan dosa-dosa yang berat diringankan. di dalamanya permohonan (doa) dikabulkan, dan diampuni (dosa-dosa) orang yang meminta ampunan. Keutamaannya di atas apa yang dikatakan (atau dijelaskan), karena bulan Ramadhan adalah kemuliannya masa (waktu) dan pelitanya bulan. Kemudian di dalamnya ada Lailatul Qadar yang Allah jadikan beribadah (di dalam)nya lebih baik dari ibadah seribu bulan.” (Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, 2003, h. 166).

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait