Sejak satu tahun terakhir, Asih menjadi pelaku UKM binaan RU IV Cilacap melalui Program Kemitraan. Selain pinjaman lunak, Pertamina juga membantu pemasaran produk-produk AW, termasuk menjadikan produk pernak-perniknya menjadi rujukan dan salah satu kerajinan yang direkomendasikan.
Masa pandemi Covid-19 sempat memukul usahanya, akibat ribuan pesanan yang sudah siap kirim dibatalkan oleh konsumen. Namun selalu ada harapan di tengah ketidakpastian. Awal pandemi berdampak pada minimnya pasokan APD baju hazmat dan masker kain, memberi inspirasi bagi Asih. Ia pun berinsiatif membuat masker kain dan merancang baju hazmat bagi kebutuhan paramedis. “Banyak sekali pesanan baju hazmat seperti dari Baznas 15 ribu, Pertamina pesan 5.000, Dompet Dhuafa pesan 5.000, termasuk Wisma Atlet Jakarta yang menjadi rumah sakit bagi panderita Covid-19 pesan 5.000 baju hazmat,” ucapnya.
Saat ini, seiring ketersediaan baju hazmat yang sudah mencukupi Asih kembali para produk-produk kerajinan tangan dan jenis apapun sesuai kebutuhan konsumen. “Masker kain masih tetap memproduksi, hazmat juga masih ada meski tidak sebanyak dulu. Kami juga memproduksi aksesoris untuk sepeda yang saat ini sedang tren, termasuk masker khusus untuk pesepeda,” imbuhnya.
Asih bersyukur, melalui binaan dari Pertamina usahanya semakin maju. “Alhamdulillah, pesanan juga semakin banyak. Pertamina juga sudah banyak membantu, baik pemasaran maupun peningkatan kemampuan, seperti pelatihan digital marketing beberapa waktu lalu,” tambahnya.
Unit Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Hatim Ilwan menyatakan salah satu tanggung jawab perusahaan selain operasional bisnis adalah memberikan perhatian kepada masyarakat, termasuk kalangan UMKM. “Para pelaku UMKM seperti Ibu Asih sangat layak kami bantu. Hal ini karena produk yang dihasilkan juga sangat bagus dan berkelas, serta sisi kebermanfaatan untuk mengangkat perekonomian warga sekitar, ini sangat sejalan dengan semangat Pertamina,” pungkasnya.**
Tampilkan Semua
