Ini Perhitungan Malam Lailatul Qodar Menurut Syeikh Sufi Abu al Hasan Asy Syadzili

oleh

CILACAP.INFO – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Kaum muslimin atau ummat islam berlomba-lomba untuk menggapai ridho-Nya dalam bulan ini.

Berbagai kegiatan yang mendatangkan pahala dan rido dari Allah SWT dimanfaatkan untuk memperoleh ganjaran dari-Nya. Seperti Shodaqoh, Tadarusan, Tarawih, dan lain sebagainya. Selain itu, keistimewaan bulan ramadhan yang hanya 1 bulan satu kali dalam satu tahun, yakni orang yang menjalankan akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas dosanya yang lalu.

Di bulan suci ramadhan ini juga terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini disebut Lailatul Qodar atau Malam penetapan.

Baca Juga :   Ketahui Ucapan Duka Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah

Jika seorang hamba Allah dapat menggapai malam ini, maka do’anya akan dikabulkan, dan tidak sedikit kaum muslimin mengejar kebaikan di malam-malam lailaul qadar.

Ulama Maghribi yang juga Shultonul Auliya Syaikh Abu al Hasan asy Syadzili Q.S. dalam sebuah kitab Manaqib menerangkan malam-malam lailatul qodar.

Abu al Hasan asy Syadzili mengatakan. Yakni apabila awal puasa ramadhan jatuh pada hari ahad maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 29. Awal puasa pada hari senin, lailatul qadarnya malam 21. Awal puasa pada hari selasa, lailatul qadarnya malam 27. Awal puasa pada hari rabu lailatul qodarnya malam 19. Awal puasa pada hari kamis, lailatul qadarnya malam 25. Awal puasa pada hari Jum’at, maka lailatul qadarnya pada malam 17. Sedangkan bila awal puasa pada hari sabtu maka lailatul qadarnya jatuh pada malam 23.