Sebagai Protes dengan Maraknya Togel, Pria ini akan Berjalan Kaki dari Jogja ke Mapolda Jateng di Semarang

by
Indonesia

YOGYAKARTA, CILACAP.INFO – Kami mengundang rekan-rekan jurnalis sekalian untuk ikut mendukung dan meliput aksi jalan kaki sebagai protes maraknya bisnis perjudian toto gelap (togel), dengan indikasi bandar togel yang adem ayem tanpa sekalipun tersentuh oleh hukum.

Saat ini, praktik judi togel di Jawa Tengah seakan dibiarkan tanpa terbendung. Padahal dasar hukum pemberantasannya sudah jelas yaitu Pasal 303 KUHP, tetapi mandul dalam penegakkannya. Tentunya ini sama saja pembiaran terhadap perusakan moral dan ekonomi masyarakat, serta menjatuhkan nama institusi penegak hukum di mata masyarakat.

Dalam catatan media, seringkali aparat penegak hukum (APH) Kepolisian menangkap pelaku togel sebatas level pengecer yang diproses hukum dan disidangkan. Tetapi pemain utama yaitu bandarnya tidak pernah diadili. Itulah salah satu latar belakang togel di Jawa Tengah tidak hilang, karena memberangus tidak sampai otak pelakunya yaitu para bandar.

Selain itu, praktik judi togel ditengarai berjalan secara terstruktur, masif dan sistematis. Salah satu contoh kasus yaitu di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. APH hanya menangkap pelaku di level pengecer. Padahal pos atau basecamp tempat bandar itu berada sudah bukan rahasia publik lagi, nyata di depan mata. Namun yang terjadi para bandar tidak ditangkap. Ada apa dengan aparat penegak hukum???

Tidak hanya itu, di Kabupaten Blora muncul tudingan pada elemen masyarakat, jurnalis utamanya, disebut ikut andil dalam memakmurkan praktik togel. Atas penghinaan ini, beberapa kawan jurnalis di Blora gencar memerangi togel dengan memberitakan dan menuntut APH untuk mengusut hingga level bandarnya.

Sikap dan semangat itulah yang melatarbelakangi dan membulatkan tekad saya *”LILIK YULIANTORO”* untuk aksi *”BERJALAN KAKI DARI YOGYAKARTA MENUJU SEMARANG”* yang akan finish di Mapolda Jawa Tengah dan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Sungguh saya sangat prihatin, karena perjudian itu merusak mental dan moral anak bangsa.

Komentar