Sehingga, dalam proses pembelajaran guru harus memposisikan diri sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran. Guru menempatkan siswa pada pembelajaran mandiri, menampung ide-ide dari siswa, memberikan informasi yang minim dalam interaksi di dalam kelas, dan mengajukan pertanyaan secara lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang muncul di sekitar siswa. Tujuannya agar siswa dapat berpartisipasi langsung dalam proses berpikir internal.
Oleh karena itu, pembelajaran harus meliputi tiga kegiatan yaitu kegiatan eksplorasi, kegiatan elaborasi dan kegiatan konfirmasi. Dalam kegiatan eksplorasi, antara lain guru mempersilakan siswa untuk mencari dan mengumpulkan informasi dengan menggunakan media untuk memperkaya pengalaman dalam pengelolaan informasi, meningkatkan interaksi siswa sehingga membuat siswa lebih aktif, mendorong siswa, dan mengamati berbagai gejala, menangkap tanda-tanda yang membedakannya dari gejala pada peristiwa lain, mengamati objek di lapangan dan di laboratorium.
Dalam kegiatan elaborasi, guru mendorong siswa untuk membaca dan menuliskan hasil dari kegiatan eksplorasi dengan cara berdiskusi dan mendengarkan pendapat untuk memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis kekuatan atau kelemahan argumentasi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang sesuatu, menjalin kesepakatan melalui kegiatan kerja sama dan kolaborasi, membiasakan siswa dengan membaca dan menulis, menguji prediksi atau hipotesis, meringkas dan menulis laporan atau menulis bersama
Dalam kegiatan konfirmasi, guru akan memberikan umpan balik pada hasil pengalaman belajar siswa, menggunakan teori dari penguasaan guru untuk memahami kelebihan dan kekurangan terhadap hasil belajar, menambah informasi yang harus dikuasai siswa, mendorong siswa untuk menggunakan berbagai pengetahuan dari sumber terpercaya untuk lebih meningkatkan penguasaan kemampuan belajar mereka dan membuatnya lebih bermakna. Dari ketiga kegiatan tersebut pembelajaran akan menjadi lebih interaktif, mencerahkan, menghibur, dan menantang, sehingga dapat merangsang kemampuan siswa untuk berpartisipasi secara aktif, serta memberikan inisiatif dan kreativitas yang cukup kepada siswa berdasarkan bakat, minat, serta perkembangan fisik dan mentalnya. Agar mampu mewujudkan siswa dengan inovasi, kreativitas dan produktivitas.
Pada kenyataannya pada pembelajaran tematik dengan menggunakan kurikulum 2013 banyak kekurangannya misalnya dalam kegiatan pembelajaran harus membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menerapkannya. Karena dalam tematik terdapat berbagai mata pelajaran yang harus diterapkan. Meskipun begitu guru juga sudah terbiasa dengan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 pada saat ini. Sehingga siswa tidak hanya fokus pada satu mata pelajaran melainkan bisa mengaitkan dengan antar mata pelajarn yang lainnya.
Tampilkan Semua
