Selain itu, diketahui dari hasil wawancara yang menyatakan bahwa prosentase kehadiran guru tetap dan tidak tetap selama jam mengajar di sekolah relatif sama karena kesamaan tugas di antara keduanya yaitu sebagai tenaga pengajar yang berkewajiban untuk melaksanakan tugasnya.
Namun, ada pula pernyataan yang menyatakan bahwa guru tidak tetap lebih rajin dan lebih serius dibandingkan dengan guru tetap.
Lebih lanjut dijelaskan hal tersebut dikarenakan sebagai guru tidak tetap, mereka memiliki harapan dan motivasi untuk bisa diangkat menjadi guru tetap atau guru PNS.
Selain itu mulai tahun 2010, pemerintah mengeluarkan kebijakan baik terhadap guru tetap maupun guru tidak tetap, harus memenuhi 24 jam mengajar selama satu minggu. Namun, pemerintah tidak mengimbangi dengan besarnya insentif yang diterima.
Guru tetap yang memiliki tingkat penghasilan di atas guru tidak tetap, tetapi kinerja antar keduanya hampir sama. Bahkan sebagai seorang guru tetap, mereka lebih berani untuk sering absent mengajar.
Berdasar teori di atas Guru Tetap dengan kondisi yang lebih baik, seharusnya memiliki kinerja yang lebih menonjol jika dibandingkan dengan guru tidak tetap.
Namun, kenyataan menunjukan bahwa Guru Tidak Tetap dengan insentif serta fasilitas yang jauh di bawah guru tetap, memiliki tingkat kinerja yang sama, atau justru lebih baik dibandingkan dengan guru tetap.
Penulis: Elza Rahmi Maharani
(Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Ahmad Dahlan)


