Hasil penelitian menunjukan pengaruh pencampuran aditif minyak kayu putih pada bahan bakar pertalite terhadap peforma motor bakar, konsumsi motor bakar serta emisi gas yang dihasilkan.
Secara umum penambahan zat aditif minyak kayu putih menunjukan perbaikan performa di antaranya torsi dan daya daya yang lebih baik.
Menurunkan konsumsi bahan bakar di bandingkan memakai pertalite murni seta menghasilkan nilai gas buang yang lebih ramah lingkungan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menambahkan zat aditif minyak kayu putih sebesar 4ml menaikan performa motor bakar dan mennurunkan konsumsi bahan bakar.
Campuran pertalite dan minyak kayu putih 8 ml menurunkan kadar CO dan HC secara drastis pada seteda motor.
Tak hanya Jurnal Ilmiah dari Mahasiswa Unisma, penelitian ilmiah ini juga terdapat di laman lib.unnesa.ac.id.
Dikutip Cilacap.info dari laman tersebut, bahwa minyak kayu putih bisa menjadi bahan alternatif bilamana cadangan minyak bumi semakin menipis agar BBM kendaraan irit.
Arsip dalam Karya Ilmiah berjudul “PENGARUH PENAMBAHAN BIOADITIF MINYAK KAYU PUTIH PADA BAHAN BAKAR PREMIUM TERHADAP PERFORMA, KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR”
Semakin menipisnya cadangan minyak bumi saat ini dan diperkirakan habis 15-20 tahun lagi, membuat kelangkaan bahan bakar minyak akan sulit dihindari.
Ide-ide mengenai bahan bakar alternatifpun mulai dipikirkan, baik pengembangan bahan bakar baru pengganti bahan bakar maupun penambahan bahan–bahan tertentu pada bahan bakar minyak.
Penelitian ini akan menggunakan minyak kayu putih sebagai bioaditif pada bahan bakar premium, untuk mencari pengaruhnya terhadap daya, torsi, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang sepeda motor, serta mendapatkan komposisi terbaik untuk campurannya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan statistika deskripsitf untuk pemaparannya, dan analisis regresi untuk melihat seberapa besar pengaruhnya.
Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah premium + minyak kayu putih 0% (premium murni), premium + minyak kayu putih 2%, premium + minyak kayu putih 4%, premium + minyak kayu putih 6%, premium + minyak kayu putih 8%, dan premium + minyak kayu putih 10%. Variabel terikat pada penelitian ini adalah daya, torsi, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang.
Tampilkan Semua

